Perusahaan Teknologi Raksasa di AS Dukung Perencanaan Pertahanan Keamanan Siber

- 26 Agustus 2021, 12:18 WIB
Ilustrasi Siber.
Ilustrasi Siber. /Shoppee/Shutterstock

GALAJABAR - Sejumlah perusahaan teknologi terkemuka Amerika Serikat, berkomitmen mendukung rencana pertahanan keamanan siber dengan menginvestasikan miliaran dolar AS.

Dilansirkan Antara dari Associated Press, Kamis 26 Agustus 2021, Google berkomitmen untuk menginvestasikan 10 miliar dolar AS (Rp144 triliun) dalam keamanan siber selama lima tahun ke depan.

Sementara Microsoft akan menginvestasikan 20 miliar dolar AS (Rp288 triliun) dalam keamanan siber selama lima tahun ke depan.
Perusahaan juga akan menyediakan 150 juta dolar AS (Rp2 triliun) dalam layanan teknis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan pertahanan mereka.

Perusahaan teknologi lain seperti IBM, berencana melatih 150.000 orang dalam keamanan siber selama tiga tahun.

Baca Juga: Hasil Pendataan, Selama Pandemi Covid-19 Ada 946 Anak Kehilangan Orangtuanya

Apple juga akan mengembangkan program baru untuk membantu memperkuat rantai pasokan teknologi dan Amazon akan menawarkan kepada publik pelatihan seputar pengetahuan keamanan siber.

Pada Rabu 25 Agustus 2021 waktu setempat, Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan teknologi, termasuk eksekutif lainnya seperti perwakilan dari industri keuangan, sektor energi, pendidikan, dan asuransi.

Pertemuan di Gedung Putih tersebut membahas tentang pertahanan keamanan siber menyusul serangan ransomware pada beberapa waktu lalu yang menargetkan infrastruktur penting dan perusahaan besar, serta operasi dunia maya terlarang lainnya yang telah dikaitkan oleh otoritas AS dengan peretas asing.

Pemerintahan Biden mendesak sektor swasta untuk mengambil tindakan lebih lanjut guna melindungi dari serangan siber. Biden juga menyebut keamanan siber sebagai “tantangan keamanan nasional inti” bagi AS.***

Editor: Dadang Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah