Kuliner Bandung Masuk Jajanan Elit Dunia

- 18 Februari 2021, 12:17 WIB
Nasi Tutug Oncom
Nasi Tutug Oncom /Dokumen Nasi Tutug Oncom Bi Kokom/

GALAJABAR - Warga Bandung patut berbangga karena kuliner lokal alias jajanannya masuk dalam daftar elit kuliner dunia versi Taste Atlas Award 2020.

Dalam daftar World's Best Cities for Traditional Foods, Bandung berada di peringkat tujuh dari 16 makanan tradisional di dunia

Berikut urutannya, Paris, Roma, Buenos Aries, Istanbul, Meksiko City, Kyoto, Bandung, Naples, Melbourne, Lisbon, Beirut, New Dehli, Bangalore, Bangkok, Mumbai, dan Hongkong.

Baca Juga: Museum SBY-Ani Disoal, Demokrat 'Meradang' hingga Ungkit Grha Megawati yang Habiskan Puluhan Miliar Rupiah

Keberhasilan kuliner lokal Bandung ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam unggahannya di akun instagramnya.

"SELAMAT! untuk ragam dan kualitas kuliner lokal Bandung yang masuk jajaran juara dunia dan juara 1 se Agen dari tante atlas award 2020," tulis Kang Emil dalam akun instagramnya.

Selanjutnya, Kang Emil menyampaikan pesan dalam akun instagramnya. Berikut ini cuitan Kang Emil.

"Kepada Om Tutug Oncom tolong pertahankanKepada Bang Tigor Balgor tolong tingkatkan.
Kepada Bibi Surabi tolong terus promosikan
Kepada "Ratu Elizabeth", Cendolnya tolong dipopulerkan

Salam Seuhah"

Baca Juga: Sang Istri Diduga Terjerat Kasus Narkoba, Ajun Perwira dan Anak Ikut Dijadikan Saksi

Masuknya kuliner lokal Bandung dalam elit dunia mendapat sambutan positif dari pelaku usaha yang bergerak di kuliner tradisional tersebut.

Seperti disampaikan Dewi Yuliana (42) pengusaha kuliner tutug oncom asal Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan. Membuktikan kuliner tradisional sudah mendunia jadi istilahnya sudah go internasional," kata Dewi pemilik tempat usaha Nasi Tutug Oncom Bi Kokom ini.

Baca Juga: Gegara 'Madam Bansos', Politisi Partai Demokrat Benny K Harman Mengaku Tidak Bisa Tidur

Dewi sendiri sudah pernah menjual tutug oncom dalam kemasan hingga ke Uni Emirat Arab (UEA), dan Australia.

Ia mengatakan, sudah lebih dari tiga kali mengirim tutug oncom ke Uni Emirat Arab. Selain itu, pesanan juga datang dari beberapa daerah di Indonesia seperti Makasar, Palembang, Bali, Lombok, Depok, Bogor, Bekasi, dsb.

“Pembelinya memang orang Indonesia yang tinggal di Uni Emirat Arab, dan Australia. Katanya, orang-orang sana (Arab, dan Australia) juga ternyata menyukai tutug oncom,” kata Dewi.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah