Hari Kelima Larangan Mudik, 1.193 Kendaraan  Diputarbalik dari Penyekatan Cileunyi

- 10 Mei 2021, 15:47 WIB
Sejumlah petugas sedang melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Pos Penyekatan saat keluar dari Exit Tol Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (10/5/2021).
Sejumlah petugas sedang melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Pos Penyekatan saat keluar dari Exit Tol Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (10/5/2021). /
 
 
GALAJABAR - Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Hendra Kurniawan melalui Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa mengatakan, sejak  awal larangan mudik Jumat, 6 Mei  hingga Senin, 10 Mei 2021 pagi, jumlah  kendaraan dari luar daerah yang diperiksa di Pos Penyekatan Cileunyi mencapai 7.269 unit.
 
Menurut Erik, dari jumlah tersebut, sebanyak 1.193 kendaraan di antaranya diputarbalikkan karena tidak memenuhi kriteria yang dikecualikan mudik dan tidak melengkapi berkas persyaratan.
 
"Sampai hari ini, total 7.269 kendaraan dari luar daerah yang kita periksa, sedangkan kendaraan yang diputarbalikkan sebanyak 1.193 unit," kata Erik melalui telepon selulernya, Senin, 10 Mei 2021. 
 
 
Dikatakan Erik, volume kendaraan dari hari pertama operasi larangan  mudik 2021 mengalami penurunan 50 persen jika dibandingkan tahun lalu.
 
"Jika dibandingkan biasanya yang masuk Cileunyi sebanyak 21.000 - 22.000 kendaraan, saat ini sampai kemarin baru 10.300 kendaraan," ungkapnya.
 
Volume kendaraan yang melintasi Cileunyi, kata Erik merupakan hasil  imbauan larangan mudik yang gencar disosialisasikan.
 
 
"Imbauan larangan mudik ini memang cukup efektif," katanya.     
Erik berharap penurunan volume kendaraan tetap bertahan sampai Hari Raya Idulfitri.
 
Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kerumunan di tempat wisata pada libur Lebaran yang rencananya akan dibuka.
 
 
"Jauh-jauh hari kita antisipasi pasca-Lebaran ini banyak tempat wisata yang diserbu pengunjung. Ini jadi perhatian. Semoga pada saatnya tidak terjadi, masyarakat tidak berbondong-bondong atau berkerumun di lokasi wisata," pungkasnya. (Penulis: Engkos Kosasih)***

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah