Hasil Sidak BBPOM Bandung di Ngamprah, Ditemukan Jajanan Takjil Mengandung Boraks

- 10 Mei 2021, 21:59 WIB
BBPOM Bandung bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kabupaten Bandung Barat sidak jajanan takjil di sekitar Kompleks Perumahan Permata Cimahi, Kecamatan Ngamprah, Senin 10 Mei 2021 sore
BBPOM Bandung bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kabupaten Bandung Barat sidak jajanan takjil di sekitar Kompleks Perumahan Permata Cimahi, Kecamatan Ngamprah, Senin 10 Mei 2021 sore /Dicky Mawardi/Galajabar/

GALAJABAR - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kabupaten Bandung Barat sidak jajanan takjil di sekitar Kompleks Perumahan Permata Cimahi, Kecamatan Ngamprah, Senin 10 Mei 2021 sore

Hasil dari sampel sejumlah jajanan takjil ada satu jenis makanan mie yang mengandung boraks. 

"Boraks termasuk jenis bahan kimia yang berbahaya. Kita imbau kepada pedagang tersebut agar jangan menggunakan mie mengandung boraks itu lagi," kata Kepala BBPOM Bandung Susan Gracia Arpan usai pengambilan sampel jajanan takjil.

Baca Juga: Suami-Istri Bawa Anak Balita Berjalan Kaki dari Gombong ke Soreang, Kini Menjalani Isolasi

Menurutnya, penggunaan mie mengandung boraks semata-mata karena ketidaktahuan dari pedagang tersebut. 

Dalam pengambilan sampel jajanan takjil tersebut, BBPOM Bandung bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dan Satpol PP.

"Secara umum jajanan takjil di sini, aman dikonsumsi. Zat pewarna pada makanannya pun tidak menggunakan pewarna tekstil ataupun berbahaya lainnya, tapi khusus biat makanan," ungkapnya..

Baca Juga: Ngatiyana Sebut Kota Cimahi Memiliki Keterbatasan Sumber Daya aAam sebagai Destinasi Pariwisatas

Dikatalannya, kegiatan pengawasan produk takjil  berupa pengambilan contoh (sampling) produk dan uji setempat menggunakan test kit terhadap parameter uji bahan berbahaya, yaitu boraks, formalin, methanyi yellow, dan rhodamin 8.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan juga program komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pedagang takjil  untuk memberikan pernahaman tentang bahaya penggunaan bahan berbahaya pada makanan bagi kesehatan. 

Lebih jauh diungkapkan, waktu kegiatan intensifikasi pengawasan pangan jelang Idulfitri 1442 H.  Kegiatan Intensifikasi dilaksanakan mulai dari tanggal 5 April sampai dengan 21 Mei 2021.

Baca Juga: Profesor UI Ingin Ungkap Keganjilan TWK KPK, Sudirman Said: Idul Fitri, Waktu Saling Memaafkan

"Kegiatan intensifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sarana ritel, distributor dan importir pangan, dengan fokus pemeriksaan pada peredaran produk rusak (kemasan penyok, berkarat, dil), produk kedaluwarsa, dan produk tanpa ijin edar" jelasnya.

Selain pengawasan terhadap produk di sarana ritel, distributor dan importir pangan: dilakukan pula pengawasan terhadap produk jajanan buka puasa (ta'kjil),.

"Sasarannya sentra penjualan takjil di wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten  Sumedang," ujarnya .

Baca Juga: Simak Kumpulan Kalimat Mutiara Bernuansa Idulfitri 1442 Hijriah, Cocok Dijadikan Kartu Ucapan Hampers Lebaran

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Eisenhower mrngimbau kepada masyarakat setiap akan membeli produk pangan olah dalam kemasan agar sslalu ingat Cek Klik.

"Yang dimakdud Klik di sinj, Kemasan pastikan dalam kondisi baik. Untuk L nya itu Label yaitu baca infkrmasi pada label," terangnya.

Ia melanjutkan, untul I yaitu izin edar yaitu pastikan izin edarnya. Terakhir K, yaitu kadaluarsa.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah