Satu RW di Lockdown, 53 Warga Cisompet Garut Terpapar Covid-19

- 15 Juni 2021, 22:21 WIB
Petugas keamanan dan tenaga medis siaga di kampung yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Desa Nyalindung, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.
Petugas keamanan dan tenaga medis siaga di kampung yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Desa Nyalindung, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. /kabar-priangan.com/ Aep Hendy/

GALAJABAR - Penyebaran Covid-19 di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut ssmakin meluas. Faktanya terjadi penambahan warga yang terpapar menjadi 53 orang.

Diperkirakan terus meningkat karena dilaporkan banyak warga kontak fisik dengan pasien Covid-19.

"Jadi kemungkinan masih akan terus bertambah angka positifnya, angka terakhir sampai kemarin (Senin) itu ada 53 orang positif," kata Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut yang juga Camat Cisompet, Rahmat Alamsyah, saat dihubungi wartawan di Garut, Selasa 15 Juni 2021.

Baca Juga: Swsumbar Mau Gratiskan Kuliah Kalau Jadi Presiden di 2024, Giring Ganesha Malah Diceramahi Ferry Koto

Ia  menuturkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 seluruhnya berada di satu desa, yakni Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, dengan kondisi gejala ringan.

Petugas medis, kata dia, sudah menjemput mereka yang positif Covid-19 untuk menjalani isolasi dan mendapatkan penanganan medis di Gedung Olahraga (Gor) Desa Payindangan.

"Yang positif itu paling banyak dari RW 1, kalau yang di sana kita isolasi di rumah masing-masing, sementara satu RW itu kita 'lockdown', sementara warga yang dari luar RW 1 kita bawa ke Gor Desa agar pengawasannya mudah," katanya dikutip galajabar dari Antara.

Baca Juga: Sektor Pariwisata dan UMKM Menjadi Lokomotif Penggerak Perekonomian Kabupaten Bandung

Ia menyampaikan petugas medis di lapangan dengan keterbatasan personel terus berupaya melakukan tes usap terhadap warga yang diketahui kontak fisik dan mengeluhkan gejala terganggunya penciuman untuk mendeteksi penularan wabah Covid-19 di kampung itu.

Lonjakan kasus positif COVID-19 di kampung itu, kata dia, terjadi setelah melewati musim libur hari raya yang memicu banyak orang beraktivitas di luar rumah dan berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah