MEMPRIHATINKAN! Sudah Setahun, Puluhan Peternak Ayam di Ciwidey Mati Suri

- 17 September 2021, 22:02 WIB
Pimpinan PT. Berkah Jaya Mandiri New 1802 Dwi Aryanto Prabowo saat meninjau kondisi para peternak ayam di Kampung Selong RT 03/RW 03 Desa Rancabogo Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Jumat (17/9/2021).
Pimpinan PT. Berkah Jaya Mandiri New 1802 Dwi Aryanto Prabowo saat meninjau kondisi para peternak ayam di Kampung Selong RT 03/RW 03 Desa Rancabogo Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Jumat (17/9/2021). /Engkos Kosasih/Galajabar/
GALAJABAR - Setahun terakhir ini, puluhan peternak ayam di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dalam kondisi mati suri.
 
Akibat pandemi Covid-19, peternak sudah tidak lagi dilirik oleh para pengusaha, sehingga mereka kehilangan penghasilan karena berhenti memelihara ayam potong atau ayam broiler tersebut.
 
 
Pimpinan PT. Berkah Jaya Mandiri New 1802 Dwi Aryanto Prabowo mengaku bersyukur bisa silaturahmi dan menemui para peternak ayam di Desa Rancabogo tersebut.
 
Di Kampung Selong itu ada sekitar 30 peternak, dengan populasi mencapai 25.000 ekor lebih. Setiap peternak dengan populasi ada yang mencapai 7.000 ekor. 
 
 
"Kondisi kandang sudah tak layak sehingga tak dilirik oleh perusahaan lain. Harapan saya kedepannya ada kerja sama dengan pemerintah, selain dengan perbankan (bjb) setelah panen nanti kandang ayam ini kita perbaiki atau direvitalisasi," kata Dwi Aryanto kepada wartawan di Kampung Selong, Jumat  17 September 2021.
 
Dengan adanya rencana perbaikan kandang ayam itu, ia berharap, para peternak dalam menjalankan usahanya semakin bergairah dan semangat untuk berternak.
 
"Jadi kandang ayam para peternak perlu dilakukan revitalisasi, mengingat saat ini kondisi para peternak sudah mati suri. Para peternak di lapangan sudah ditinggalkan oleh pengusaha lainnya," katanya.
 
 
Hal itu bisa dilihat dari bukti riil di lapangan, imbuh Dwi, para peternak sudah setahun ini tak memelihara ayam karena tak ada pengiriman anak ayam.
 
"Namun Minggu ini mereka mulai semangat berternak, setelah setahun tertidur cukup lama karena tak ada pengiriman anak ayam," katanya. 
 
Dwi berharap kepada Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna untuk mensupport para peternak lokal melalui swadaya supaya usaha mereka mulai bisa berjalan atau kembali menggeliat. 
 
 
"Kami berharap para peternak kembali sejahtera setelah menikmati hasil usahanya. Kita akan terus mendorong revitalisasi atau perbaikan kandang ayam milik para peternak," harapnya.
 
Sementara itu, Aam (32), salah seorang peternak ayam potong di Kampung Selong mengatakan, lebih dari 30 peternak ayam di kampung tersebut terpuruk akibat tidak ada lagi kemitraan dari pengusaha yang mendukung pemulihan ekonomi mereka.
 
Padahal, dari puluhan peternak itu dengan populasi ayam mencapai 27.000 ekor dalam semusim, dengan masing-masing peternak memelihara antara 3.000 hingga 5.000 ekor, bahkan lebih dari itu.
 
"Saat ini, kandang ayam banyak yang kosong," keluhnya. 
 
 
Aam pun menilai, keterpurukan para peternak ayam itu, karena para pengusaha sudah tak melirik lagi usaha mereka.
 
"Bukan lagi dianaktirikan, tapi sudah tak dilirik. Para peternak mengalami kesulitan karena kandang ayam kami sudah lama tak isi," ucapnya. 
 
Dikatakannya, saat ini mulai ada satu kandang ayam yang mulai terisi dengan populasi ayam antara 3.000-7.000 ekor.
 
"Para peternak hanya mendapatkan gaji dari setiap ekor ayam," akunya. 
 
 
Dalam kondisi usaha mereka stabil, katanya, para pengusaha pun terus mengirim anak ayam untuk dibesarkan hingga layak dipasarkan. Apalagi sebelum tahun 2015, para peternak sangat diuntungkan.
 
"Setelah  tahun  2015 ke sini, usaha para peternak mulai merasakan pahit. Ditambah lagi, kandang terus kosong karena sudah tak dilirik lagi oleh para pengusaha," katanya.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah