Musibah Kebakaran Dapat Terjadi Kapan Saja, Dimana Saja, dan Terjadi Secara Tidak Terduga

- 11 Oktober 2021, 21:50 WIB
Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi menggelar kegiatan Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran di PT. Sukanda Djaya Jalan Daeng M. Ardiwinata, Senin (11/10/2021).
Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi menggelar kegiatan Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran di PT. Sukanda Djaya Jalan Daeng M. Ardiwinata, Senin (11/10/2021). /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/
GALAJABAR - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi  secara rutin melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran, kepada masyarakat dan instansi lainnya. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kebakaran yang terjadi di Kota Cimahi.
 
Kali ini sosialisasi dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dilakukan di PT  Sukanda Djaya Jalan Daeng M. Ardiwinata, Senin  11 Oktober 2021. Kegiatan diikuti sebanyak 18 orang, yang merupakan karyawan dan sekuriti perusahaan tersebut.
 
Kepala Bidang (Kabid) Damkar dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Uus Supriyadi mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi  kebakaran.
 
 
Karena musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan terjadi secara tidak terduga. Ancaman bahaya kebakaran dapat membawa bencana besar, dengan akibat yang sangat luas.
 
"Sifatnya yang tidak bisa diprediksi, waktu, bagaimana, apa, dan berapa kerugian yang bakal ditimbulkan. Itu yang harus kita pahami dulu, mencegah dan mempersiapkan segala kemungkinan lebih baik daripada menanggulangi,” jelasnya.
 
Damkar  sendiri, lanjut Uus, memiliki fungsi melakukan pencegahan dan mengurangi resiko sekecil apapun dalam musibah kebakaran.
 
 
Untuk itu peran masyarakat yang terlatih dan paham tentang bahaya kebakaran, baik ditingkat kelurahan, lingkungan pasar, perkantoran, sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran di Kota Cimahi.
 
"Dengan penyuluhan ini, kami dari pemadam kebakaran berharap, peserta dapat mengetahui dan menambah pengetahuan, serta wawasan terkait tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran, teori dasar api, kebocoran gas elpiji, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), serta penanganan awal jika terjadi kebakaran di lingkungan masing-masing," jelas Uus.
 
Dalam penyuluhan ini, peserta diberikan materi, diantaranya kepemadaman, penanganan kebocoran gas elpiji, pengetahuan tentang APAR, serta praktek pemadaman api dengan metode tradisional dan modern.
 
 
"Memberi pengetahuan dasar kepada masyarakat tentang penanganan kebakaran, penyebab, tanda-tanda, dan penanganan kebakaran. Terutama yang disebabkan oleh gas elpiji. Sekaligus memberi tips agar tidak panik menghadapi api," beber Uus.
 
Menurutnya, penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada peserta, sehingga dapat membantu memberikan pertolongan atau upaya awal dalam penanganan bahaya kebakaran.
 
"Ketika kebakaran terjadi, tentu semua panik. Namun bagi peserta yang telah ikut pelatihan ini, nantinya tidak mengedepankan kepanikan itu, tapi bisa membantu pencegahan awal, seperti, menggunakan APAR, memberikan informasi kepada petugas pemadam kebakaran, dan beberapa upaya lainnya,” ungkap Uus.
 
 
Setelah mendapat materi, selanjutnya diperagakan serta praktek bagi peserta, ketika bahaya kebakaran terjadi. Peragaan dan praktek itu berupa, penggunaan APAR, mematikan api secara manual dengan goni basah, mengatasi kebakaran yang terjadi akibat kebocoran tabung gas dan regulatornya.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X