Jalan Sriwijaya Kota Cimahi Mulai Ditutup, Pengendara Dibuat Kebingungan

- 12 Oktober 2021, 20:17 WIB
Petugas Dishub mengarahkan pengguna kendaraan yang akan melintas Jalan Sriwijaya untuk berbalik arah, karena jalan tersebut ditutup
Petugas Dishub mengarahkan pengguna kendaraan yang akan melintas Jalan Sriwijaya untuk berbalik arah, karena jalan tersebut ditutup /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/
GALAJABAR - Sejumlah pengguna jalan kebingungan, karena ada penutupan Jalan Sriwijaya, Selasa  12 Oktober 2021. Mereka tidak tahu jika ada penutupan jalan di kawasan tersebut.
 
Salah seorang pengguna jalan yang juga pedagang, Eni mengaku sama sekali belum mengetahui rencana penutupan ini.
 
"Saya kan biasa lewat jalur ini tiap pagi kalau mau jualan di deket Stasiun, belum tahu juga ada penutupan ini," katanya.
 
 
Yusuf, pengguna jalan lainnya juga  mengaku tak mengetahui terkait rencana penutupan jalan ini.
 
"Tadi pas mau lewat ke arah Jalan Stasiun eh ternyata ditutup, terpaksa putar arah. Saya ngga tau kalau ada penutupan jalan," ujarnya.
 
Penutupan jalan ini diawasi oleh  petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, anggota polisi, dan beberapa personel TNI. Petugas pun mengarahkan warga untuk mengambil jalan alternatif lain untuk bisa ke tempat yang dituju.
 
 
Beberapa rambu dan plang pengumuman jalan ditutup tampak terpasang di beberapa titik.
 
Sepetti diberitakan sebelumnya, Jalan Sriwijaya diitutup selama dua pekan, hingga 25 Oktober 2021 mendatang. Penutupan dilakukan  karena ada pengerjaan proyek undepass Sriwijaya yang menggunaman alat berat. Dengan adanya penutupan jalan tersebut, dilakukan  pengalihan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
 
Kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang biasa melewati jalan Sriwijaya akan dialihkan sementara waktu. Hanya warga yang menghuni rumah dinas di kawasan tersebut yang diperbolehkan masuk.
 
 
Kendaraan pribadi yang keluar dari Jalan Sriwijaya menuju Jalan Baros melalui Jalan Stasion dialihkan sementara menuju Jalan Gandawijaya - Jalan Amir Mahmud - Jalan Gatot Subroto - Jalan Baros.
 
Kemudian trayek angkutan umum Cimahi - Soreang, Pasar Antri - Cimindi, Pasar Antri - Parongpong, Pasar Antri - Warung Contong - Pasar Antri - Cangkorang yang keluar dari Terminal Pasar Antri diarahkan ke Jalan Gandawijaya - Jalan Jenderal Amir Machmud - Jalan Gatot Subroto - Jalan Baros.
 
Sementara trayek angkutan umum Pasar Antri Cibeber dari Terminal Pasar Antri tetap diarahkan ke Jalan Sisingamangaraja - Jalan Kebon Kalapa - Jalan Asem Barat - Jalan Asem Timur - Jalan Amir Machmud - Jalan Gatot Subroto - Jalan Baros.
 
 
"Hari ini kita melaksanakan rekayasa Jalan Sriwijaya, dimana Jalan Sriwijaya akan kita tutup selama dua minggu," terang KBO Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, Iptu Erin Heriduansyah di temui dilokasi.
 
Dikatakan Erin, sebelum penutupan Jalan ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Termasuk PT Nindya Karya (Persero) yang mengerjakan proyek Underpass Sriwijaya.
 
Selain itu, dirinya juga mengklaim sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun untuk meminimalisir pengendara yang belum mengetahui informasinya, pihaknya akan menempatkan petugas di lapangan.
 
 
"Selama tiga hari kita lakukan pemantauan. Namanya jalan baru ditutup, pasti ada yang kurang ngerti, kita kasih tau informasi. Kita juga pasang rambu-rambu," ujar Erin.
 
Pihaknya pun meminta kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya selama dua pekan, hasil kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.
 
"Kalau belum selesai dalam dua minggu kita akan rapat lebih lanjut," tukas Erin.
 
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Rengganis Ermayanti menjelaskan, selama dua pekan itu pengembang diberi target untuk melakukan pemasangan bor pile, secant pile, capping beam, dan crossing saluran air.
 
 
Maka untuk kenyamanan dan keselamatan selama proses pengerjaannya, pihaknya harus menutup Jalan Sriwijaya untuk sementara waktu, mengingat akses yang dilalui setelah adanya pembangunan underpass sangat sempit.
 
"Kondisi jalan sangat sempit, sehingga kita membutuhkan penutupan secara total untuk keselamatan dan kenyamanan pada pengendara, karena yang namanya alat berat kalau berdempetan dengan jalan yang dilalui kendaran roda empat maupun roda dua takutnya ada hal-hal yang tidak kita harapkan," jelasnya.
 
Seperti diketahui, di kawasan jalan tersebut saat ini sedang dibangun Underpass Sriwijaya yang menghubungkan Jalan Dustira - Jalan Sriwijaya. Proyek senilai Rp 84 miliar itu digarap PT Nindya Karya dan ditargetkan rampung akhir tahun.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X