Memanen Hujan, Solusi Bagi Warga Kampung Cileuweung Kota Cimahi yang Kesulitan Air Bersih

- 16 Desember 2021, 19:32 WIB
Warga RW 21 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara memanfaatkan air yang dengan menggunakan Teknologi Memanen Air Hujan.
Warga RW 21 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara memanfaatkan air yang dengan menggunakan Teknologi Memanen Air Hujan. /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/

GALAJABAR - Kekurangan air bersih di wilayah Kampung Cileuweung, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi menjadi masalah yang telah terjadi bertahun tahun.

Lokasi wilayah ini pada permukaan dengan lereng curam, sehingga air di permukaan lahan mengalir ke hilir tanpa retensi. Masyarakat di Kampung Cileuweung yang mengalami masalah tersebut adalah warga RW 21.

Mata pencaharian masyarakatnyabrata-rata budidaya sayuran dengan kepemilikan tanah sendiri. Karena kondisi kekurangan air bersih, masyarakat mampu bertanam hanya selama musim hujan saja.

Baca Juga: Perpustakaan di Kawasan Edupark, Wabup Sahrul Sebut Sarana untuk Menyebarkan Gerakan Literasi yang Asik

Berkaitan dengan masalah tersebut, Tim Program Kemitraan Masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Unjani yang ketuai Dr.Ir Ariani Budi Safarina MT, memberikan solusi kepada masyarakat untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan membuat retensi air hujan bersama, menggunakan Teknologi Memanen Air Hujan.

Program ini didanai oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Tahun Anggaran 2021, yang lolos seleksi Kompetitif Nasional Proposal Pengabdian Masyarakat Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM). 

Menurut Ariani, konsep dari teknologi ini adalah air hujan yang jatuh di permukaan lereng dan mengalir ke hilir, ditahan di lokasi-lokasi tertentu melalui atap rumah. Kemudian di olah, baik secara fisik maupun kimia, lalu ditampung di tangki penampungan dan didistribusikan.

Baca Juga: Sebut Aturan Karantina di Indonesia Sering Berubah-ubah, Susi Pudjiastuti: Akhirnya Banyak yang Tidak Patuh

"Setelah tangki penampungan penuh, maka air dialirkan ke tangki limpasan yang dapat digunakan juga oleh masyarakat. Pada kegiatan ini tangki air  digunakan untuk kebutuhan air bersih warga RT 02 dan RT 04 yang berjumlah 56 KK," ungkapnya, Kamis  16 Desember 2021.

Disebutkan Ariani, jumlah tangki dan instalasi yang telah dibangun di wilayah tersebut sebanyak 4 buah tangki, dengan total kapasitas 3.000 liter.

Masyarakat RW 21 Kelurahan Cipageran berterima kasih, karena sangat terbantu kebutuhan air bersih, dengan tangki air hujan ini. Seperti yang dikatakan Ateng Setiawan, ia bersama timnya antara lain Suryana, Yayah dan Ketua RW 21 Sutejo ikut bersama-sama membuat tangki pemanen air hujan ini.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x