Meski Terowongan Tol Cisumdawu Retak Akibat Gempa Sumedang, Tidak Ada Rekayasa Lalu intas

- 1 Januari 2024, 18:16 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan (tengah) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/1/2024). ANTARA/Fathnur Rohman
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan (tengah) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/1/2024). ANTARA/Fathnur Rohman /
 
GALAJABAR -Seperti pemberitaan sebelumnya, terowongan Tol Cisumdawu retak akibat Gempa Sumedang yang terjadi malam Tahun Baru (31/12/2023).
 
Menindaklanjuti laporan kondisi terowongan Tol Cisumdawu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan memastikan terowongan di ruas Jalan Tol Cisumdawu dalam kondisi masih aman pascagempa bumi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Kita sudah periksa itu (terowongan Tol Cisumdawu) masih layak pakai. Sudah bisa dilewati. Sudah aman," kata Kakorlantas Polri saat ditemui setelah mengecek pos terpadu di GT Palimanan Tol Cipali Cirebon, Jawa Barat pada Senin (1/1/2024)
 
Kakorlantas menilai Gempa Sumedang yang terjadi pada Minggu (31/12) malam, tidak terlalu berdampak pada  konstruksi terowongan Jalan Tol Cisumdawu tersebut.
 

Pihaknya berani mengkonfirmasi bahwa kondisi terowongan tersebut masih aman untuk dilewati pengendara. Terutama bagi  yang sedang dalam perjalanan arus balik musim libur panjang akhir tahun 2023.

"Untuk tanggal itu (sekarang) sudah aman," ucap Aan.

Terpantau saat ini, kata Aan, kondisi arus kendaraan di Jalan Tol Cisumdawu masih ramai lancar, sehingga pihaknya memutuskan tidak menerapkan rekayasa lalu lintas.

 Ia menyebutkan pada Senin (1/1) malam ini diprediksi menjadi puncak arus balik tahap kedua untuk momen libur Tahun Baru 2024. Hal tersebut pun berlaku juga untuk Jalan Tol Cisumdawu.

Baca Juga: Gempa Sumedang Timbulkan Retakan pada Terowongan Tol Cisumdawu, Amankah untuk Dilintasi Kendaraan?

 "Kita prediksi hari ini puncaknya (arus balik tahap kedua)," tuturnya.

Diinformasikan sebelumnya oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono bahwa kondisi terowongan di ruas tol itu tidak menunjukkan adanya perubahan berarti pada bagian konstruksinya seusai gempa.

Meski demikian, tutur Bambang, operator Jalan Tol Cisumdawu atau PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sudah membentuk tim ahli untuk mengidentifikasi pengaruh gempa bumi yang mengguncang daerah Sumedang terhadap struktur dari terowongan tersebut.

Baca Juga: GEMPA BUMI 6,1 Magnitudo Baru Saja Terjadi di Kepulauan Mentawai

 "Kami dari pemerintah daerah berharap pengaruh gempa terhadap struktur jalan tol Cisumdawu tidak terlalu signifikan. Oleh karenanya, tim ahli yang nantinya dibentuk atau ditunjuk bisa memberikan informasi yang lebih akurat," jelasnya.


Halaman:

Editor: Lina Lutan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah