CEK FAKTA, Ganjar Sebut Prabowo Batalkan Kerjasama Pembuatan Kapal Selam dengan Korea Selatan

- 8 Januari 2024, 22:00 WIB
Calon Presiden Ganjar Pranowo berkomitmen untuk mensejahterakan nelayan
Calon Presiden Ganjar Pranowo berkomitmen untuk mensejahterakan nelayan /

GALAJABAR - Cek Fakta, calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membatalkan kerja sama pembuatan kapal selam PT PAL dengan Korea Selatan.

Ganjar menyampaikan klaim tersebut  pada acara debat ketiga Pilpres 2024 yang mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik bertempat di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Ahad, (7/1/2024).

Berikut ini pernyataan Ganjar:

“Ketika kita membuat kapal selam yang sudah dimulai, kalau tidak salah bapak batalkan dengan Korea Selatan, tolong pak kalau saya keliru.”

Baca Juga: Inilah Lima Arah Kebijakan Luar Negeri Ganjar-Mahfud

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Pastikan Lulusan SMK Langsung Kerja, Siasatnya Kerja Sama Pendidikan dengan Industri

Penjelasan Pakar

Dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Prasetia Nugraha, mengatakan pernyataan Prabowo membatalkan kerja sama pembuatan kapal selam dengan Korea Selatan adalah salah. Faktanya pada 2021, Indonesia (Menhan Prabowo) masih menerima hasil kerja sama PT PAL Dengan DSME Korea Selatan yakni kapal selam Alugoro-405. 

Namun memang benar Indonesia sedang dihadapkan pada tuduhan meninggalkan kontrak kerja sama untuk tiga kapal selam senilai 1,02 miliar dolar AS oleh situs Asian Military Review untuk beralih ke jenis kapal selam Scorpene produksi Naval Group (Prancis). 

Dengan adanya serah terima satu kapal selam pada 2021, maka dapat dianggap bahwa Indonesia tidaklah sepenuhnya meninggalkan kontrak kerja sama yang ditanda-tangani pada tahun 2019 tersebut.

Baca Juga: Guna Serap Kecemasan Generasi Muda, Ganjar Mahfud Jamin Semua Pasti Kerja

Baca Juga: Ganjar - Mahfud Usung Program Khusus Bagi Penyandang Disabilitas, Ini Programnya

Artikel ini adalah hasil kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Media Siber Indonesia, Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia, Cekfakta.com bersama 18 media di Indonesia.

Editor: Lina Lutan

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah