Upaya Penurunan Stunting di Kota Bandung, Sekda: Harus Berkolaborasi Lintas Sektor

- 17 Januari 2024, 15:11 WIB
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna/bandung.go.id
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna/bandung.go.id /

GALAJABAR - Kolaborasi lintas sektor penting dilakukan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bandung.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Selaku Ketua TPPS Kota Bandung, Ema Sumarna saat membuka Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 dan Review Kinerja Tahun 2023 di Papandayan Hotel, Rabu 17 Januari 2024.

Ema mengingatkan bahwa stunting tidak bisa diselesaikan satu sektor tapi multi sektor, oleh sebab itu lahir tim gabungan seluruh OPD yang dilihat dari tupoksi jadi bagian strategis didukung unsur kewilayahan.

"Dalam penyelesaian masalah stunting seluruh program harus berjalan secara keberlanjutan dari dimensi kesehatan, pendidikan, keberlangsungan hidup ideal, dan yang paling penting adalah konsistensi," ujar Ema.

Baca Juga: Pemkot Bandung Gelontorkan 24 Persen APBD untuk Pendidikan, Begini Kata Ema Sumarna

Banyak faktor yang mempengaruhi stunting sehingga harus dilihat dari berbagai aspek agar semua tindakan penurunannya dapat terukur.

"Stunting tidak berbicara persoalan mandiri. Misalnya gizi buruk, ini berangkai. Ada faktor penyebab apa keturunan, tempat tinggal tidak layak, keburuhan air bersih tidak maksimal, ventilasi tidak optimal. Konsistensi menjadi penting, semua harus terukur semua berbicara output, outcome dan impact," imbuhnya.

Ema juga meminta adanya sinergi mengenai masalah metode perhitungan data stunting. Saat ini terjadi adanya margin yang cukup besar antara EPPGM dan hasil survey SSGI yang dilakukan oleh Kemenkes.

Untuk itu penting adanya sinergitas untuk mengelaborasi terkait metode perhitungan data stunting agar intervensinya tepat sasaran.

Halaman:

Editor: Lina Lutan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah