Produksi Melimpah, Harga Telur Ayam Diprediksi Bakal Terus Turun Sampai Pertengahan Februari

- 29 Januari 2021, 21:33 WIB
Peternakan telur ayam Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas
Peternakan telur ayam Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas /Evi Yanti/Portal Purwokerto

GALAJABAR - Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) pada Kementerian Pertanian (Kementan)  Isti Pertiwi mengatakan harga telur ayam diprediksi akan terus turun sampai pertengahan Februari.

"Pemicu turunnya harga telur adalah produksi yang berlimpah, namun tidak terserap banyak oleh pasar,"  Isti  di Jakarta, Jumat 29 Januari 2021.

Hal itu karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terutama di wilayah Jawa yang diperpanjang sampai 8 Februari 2021, sehingga mengakibatkan konsumsi dan permintaan telur ayam berkurang.

Baca Juga: Mau Menjadi Gaming Influencer ? Ini Pesan Ari Kulgar

"Proyeksi kami jika tidak ada upaya menahan turunnya harga telur, harga akan turun sampai minggu kedua Februari," ucapnya.

Isti menjelaskan penurunan harga hingga Februari ini terlihat dari neraca bulanan yang surplus hingga 38.136 ton.

Setelah itu harga telur akan mengalami peningkatan hingga akhir Mei 2021 hingga mencapai Rp25.453 per kilogram pada Mei karena defisit telur sebanyak 23.780 ton.

Baca Juga: Sea Games 2021 : Malaysia Turunkan Timnas U-19, PSSI No !

Seperti diketahui harga telur ayam di tingkat peternak saat ini di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram, berdasarkan data Asosiasi Peternak Layer Nasional.

Harga tersebut jauh di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp19.000-Rp 21.000 per kilogram, berdasarkan ketentuan Permendag Nomor 7 Tahun 2020.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 29 Januari 2021, harga rata-rata telur ayam ras segar secara nasional di tingkat konsumen mencapai Rp26.650 per kilogram.

Baca Juga: Satgas Citarum Harum Pasang Jaring Besi di Sungai Cipeujeuh

Menyikapi hal ini, peternak layer atau telur ayam ras yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar berkirim surat kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, terkait permintaan agar pemerintah dapat menyerap telur produksi peternak sebagai Bahan Pangan Non-Tunai (BPNT).***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah