HNW Sindir Arief Poyuono Soal 3 Periode ‘Selamatkan Indonesia’: Itu Manuver Politisi Halu

- 21 Maret 2021, 16:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW).
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). /Dok. MPR.

GALAMEDIA – Dalam beberapa hari ini publik dihebohkan dengan kemunculan poster dan baju bergambar beberapa paslon Capres-Cawapres 2024. Pertama kali muncul gambar kaos Jokowi-Prabowo 2024 yang dipakai oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.

Dirinya memakai kaos tersebut di acara diskusi Mata Najwa pada kanal Youtube Mata Najwa dengan memviralkan kaos bergambar tersebut pada 18 Maret 2021.

Lalu disusul esoknya, muncul poster Pua Maharani-Moeldoko untuk 2024 dan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono untuk 2024.

Baca Juga: Risma Ingin Taman di GBK Dihinggapi Hewan, Christ Wamea: Dikiranya Masih Wali Kota

Beberapa politisi ada yang menyetujui usulan tiga periode, salah satunya politikus Partai Gerindra Arief Poyuono.

Arief mulai vokal menyuarakan persetujuannya untuk masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Hal ini kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang menyebut Arief hanya cari muka kepada Jokowi.

Baca Juga: Sebut Jokowi Sebabkan Kejahatan HAM di Papua, Natalius Pigai Tak Rela Jokowi Bawa-Bawa Rakyat Urusi Myanmar

Namun, Arief sendiri tidak menampik tuduhan tersebut, karena dirinya memang mencari muka, tetapi sebagai rakyat yang masih membutuhkan Jokowi satu periode lagi.

“Arief P, katanya ‘cari muka, menampar Presiden @jokowi dan menjerumuskannya’ dengan usulan 3 periode,” cuit @hnurwahid, 21 Maret 2021.

Partai Gerindra sebagai partai pendukung pemerintah, dianggap sedang bermanuver agar bisa mendapat perhatian dari Jokowi.

Baca Juga: Kini Thailand Desak Militer Myanmar Adakan Diskusi dengan Pengunjuk Rasa, Hentikan Kudeta

“Manuver dari pihak yang bukan oposisi ini, sudah ditolak oleh Jokowi, juga oleh kalangan oposisi,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Sebagai Wakil Ketua MPR RI, HNW menyebutkan bahwa saat ini MPR sama sekali tidak mengagendakan untuk mengubah UUD 1945.

“Ketua MPR malah sebut sebagai manuver politisi ‘halu’, karena tidak ada agenda amandemen itu di MPR,” tuturnya.

Baca Juga: Menikah Hari Ini, Calon Istri Rendy Ikatan Cinta Memberikan Surat Cinta untuk Netizen

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi klarifikasi soal presiden tiga periode, dirinya menyatakan tidak ada niat dan tak berminat.

Namun, banyak pengamat politik menganggap itu hanya perkataan Jokowi di depan publik, tetapi kondisi di belakang tentu berbeda.

Bahkan, Rocky Gerung menilai jika pernyataan penolakan Jokowi terhadap tiga periode, sebetulnya ditekan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Penulis: Naufal Althaf M.A.)***

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah