Irjen Napoleon Jadi Bulan-bulanan Pro Muhammad Kece, Tokoh NU Ungkit Kasus Penembakan di KM 50: Kenapa Diam?

- 20 September 2021, 14:19 WIB
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar bandingkan tindakan Napoleon Bonaparte dengan pembunuhan orang di KM 50 yang hingga kini belum terungkap jelas.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar bandingkan tindakan Napoleon Bonaparte dengan pembunuhan orang di KM 50 yang hingga kini belum terungkap jelas. /

GALAJABAR - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar menyebutkan, tindakan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece telah memicu amarah segelintir pihak.

Meskipun niatnya ingin membela Islam, menurutnya, Irjen Napoleon Bonaparte telah melakukan tindakan yang salah.

“Tindakan Irjen Napoleon Bonaparte ke Kece kalian marah. Okelah tindakan Irjen Napoleon Bonaparte salah,” ujar Gus Umar melalui akun Twitternya, seperti dilansir Galajabar, Senin, 20 September 2021.

Baca Juga: TERBARU! 25+ Kode Redeem FF 20 September 2021, Segera Klaim dan Raih Hadiahnya

Demi menjunjung keadilan, Gus Umar pun mengungkit kasus penembakkan di KM 50 yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

Gus Umar menilai pihak yang pro Muhammad Kece cenderung diam ketika mendengar kasus penembakkan tersebut.

“Terus 6 nyawa di KM 50 meninggal ditembak, kenapa kalian diam?” tanya Gus Umar.

Baca Juga: Salman ITB Gelar Kegiatan Cek Kesehatan dan Donor Darah Gratis untuk Masyarakat Sekitar Soreang

Ia menduga perilaku diam mereka sebagai tanda jika kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kece lebih kejam ketimbang kasus penembakkan di KM 50.

“Apa lebih kejam penganiayaan Kece daripada pembunuhan di KM 50?” pungkasnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte telah mengklarifikasi dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece melalui surat terbuka yang ditulisnya.

Baca Juga: Vaksin Nusantara Bukan Vaksin, Dokter RSUP Hasan Sadikin: Lebih Tepat Disebut Imunoterapi

Dalam surat tersebut, ia menyampaikan sejumlah poin penting dimulai dari status agama yang dipeluknya hingga kekecewaannya terhadap sikap pemerintah atas kasus penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece.

Isi surat terbuka ini disampaikan langsung oleh Haposan Batubara selaku kuasa hukum Irjen Napoleon Bonaparte. ***

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah