Diserang Langsung ke 'Jantungnya', Demokrat dan AHY Terancam Gagal Ikut Pemilu pada 2024

- 25 September 2021, 16:40 WIB
Logo Partai Demokrat yang baru/twitter.com/@ivan_pioh
Logo Partai Demokrat yang baru/twitter.com/@ivan_pioh /
GALAJABAR - Konflik internal di tubuh Partai Demokrat terus memanas bahkan sampai mengancam partai tersebut tak dapat ikut Pemilu pada 2024.

Usai sebelumnya partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini digoyang dengan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digagas oleh beberapa kadernya, kini serangan itu kembali muncul.

Beberapa eks kader berencana mengajukan gugatan judicial review terhadap AD/ART hasil Kongres 2020 era kepemimpinan AHY.

 
Baca Juga: Viral, Sosok Tidak Dikenal Bakar Mimbar di Masjid Raya Makassar

Tak tanggung-tanggung, keempat eks kader tersebut menggandeng advokat Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum.

Ihwal penunjukan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum eks kader Demokrat pro KLB juga telah dibenarkan oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Yusril menyebut bahwa dirinya akan menyiapkan argumen meyakinkan untuk meyakinkan hakim dalam gugatan di MA itu.

 
Baca Juga: Berikut Sosok Angga Yunanda, Perankan Krisnha dengan Kenakan Gips di Film The Watcher

"Karena itu, saya menyusun argumen yang insyaallah cukup meyakinkan dan dikuatkan dengan pendapat para ahli," ujar Yusril dalam keterangan resminya Kamis, 23 September 2021 kemarin.

Soal ancaman terhadap Partai Demokrat, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut bahwa gugatan AD/ART tersebut seperti menyerang Demokrat langsung ke jantungnya.

Level serangan eks kader Demokrat kata dia, naik level dari sekedar KLB atau gugatan di PTUN.

 
Baca Juga: Satpol PP Cimahi Bongkar Belasan Bangunan Liar di Cipageran

"Kubu eks kader Demokrat menaikkan level serangannya dengan menggandeng Yusril untuk memenangkan pertarungan hukum,"  ujar Adi dalam keterangannya Sabtu, 25 September 2021.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X