Pengamat Politik Nilai Jokowi Tak Berani Reshuffle Luhut dan Erick Soal Bisnis PCR: Beda dengan Luar Negeri

- 5 November 2021, 21:52 WIB
Pengamat Politik Ujang Komarudin
Pengamat Politik Ujang Komarudin /IG @ujangkomarudin_

GALAJABAR – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin berharap dan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut tuntas tudingan keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam bisnis PCR.

Ujang mengaku akan mengapresiasi bila KPK berani mengusut tuntas tudingan yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

“Harusnya ditindaklanjut. Kita lihat saja, kalau mereka tidak mengusut ya tidak berani itu saja kita lihat saja. Kalau berani kita acungi jempol,” ujarnya dilansir galajabar Jumat, 5 November 2021.

Baca Juga: Setelah Berjalan 4 Bulan, Dies Natalis ke-31 Unjani Resmi Ditutup

Tak berhentik sampai di situ, pengamat politik itu juga mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle menteri.

“Bahkan menurut saya kalau ada reshuffle harusnya (Luhut dan Erick) walaupun masih dugaan ya keterlibatan itu,” usulnya.

Namun, Ujang memprediksi Jokowi tidak berani melakukan reshuffle terhadap dua menteri tersebut.  

“Saya tidak yakin Pak Jokowi berani reshuffle (terhadap Luhut dan Erick),” imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Bawa Rp 457 Triliun dari UAE, Musni Umar: Alhamdullilah, Semoga Ini Hibah Bukan Utang

Lebih lanjut, Ujang mencontohkan di luar negeri, pejabat pemerintah yang diduga memiliki keterlibatan kasus korupsi, langsung mengundurkan diri karena malu.

“Karena kalau di luar negeri demi integritas dan menjaga moral politik di luar ngerti di negara yang sudah maju yang mengedepankan budaya malu, maka ketika disebut pun mereka di luar negeri sudah pada mundur mengundurkan diri,” jelasnya.

Tapi, hal tersebut, menurutnya tak akan terjadi di Tanah Air. Ujang pun mencontohkan kasus korupsi E-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Baca Juga: Dukung KPK Selidiki Dugaan Korupsi Formula E, Ferdinand Hutahaean: Anies Baswedan Terlihat Mengulur Waktu

"Di kita banyak oknum, pejabat ketika salah pun aku tidak salah. Lihat saja dulu kasus Novanto dulu "Demi Allah" saya tidak korupsi. Tapi kan pola pola seperti itu pola pola umum pejabat di kita itu ya miskin moral politik, etika politik di kita, tidak ada budaya malu,” terangnya.

Ujang juga berpendapat bahwa ini adalah tragedy yang sangat memalukan bagi Indonesia.

"Saya nggak yakin kalau mereka malu mengakui meminta maaf. Tidak yakin pula pak Jokowi akan mershuffle ini sebuah tragedi yang menurut saya sangat memalukan bagi bangsa ini," pungkasnya. ***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah