Pengamat: Cara yang Dipilih Giring Buat PSI Jadi Bahan Tertawaan Publik dan Dianggap Mainkan Politik Adu Domba

- 28 Desember 2021, 13:30 WIB

 

 

 

GALAJABAR - Gaya berpolitik yang ditunjukkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha masih menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.

Apalagi setelah Giring menyinggung sosok pembohong di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah pun membuka suara terkait hal ini.

Baca Juga: Kesehatan Penista Agama, M Kece Menurun Drastis, Pengacara Minta Doa untuk Keselamatan Nyawa Kliennya

Dedi mengaku paham dengan propaganda yang tengah dilakukan PSI dalam mencari pemilih baru.

Menurutnya, PSI berharap mendapat simpati dari kelompok yang sama-sama memusuhi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Yakni dengan memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai musuh dan berharap mendapat simpati dari kelompok yang sama-sama memusuhi Anies,” ungkapnya kepada wartawan, Ahad, 26 Desember 2021.

Meski begitu, Dedi menilai apa yang dilakukan Giring justru keliru. Kata dia, pidato eks vokalis band Nidji itu akan menjadi bumerang bagi PSI.

Baca Juga: Liburan ke Turki, Arsy Hermansyah Kenakan Tas Gendong Berbanderol Puluhan Juta

“PSI dalam satu titik akan dianggap memainkan politik adu domba, dan itu berbahaya bagi konstelasi demokrasi kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengamat politik ini mengusulkan agar PSI kembali pada khittah pendiriannya, yakni menjadi parpol dengan orientasi generasi muda progresif.

Sedangkan gaya yang dilakukan Giring justru akan membuat PSI jauh dari perjuangan itu.

“Cara yang dipilih Giring hanya akan membuat PSI jadi bahan tertawaan publik. PSI hanya akan dianggap sebagai parpol tanpa kualitas gagasan dan intelektualitas,” pungkas Dedi.

Baca Juga: Luar Biasa, 5 Artis Wanita Indonesia Ini Masuk ke Jajaran 100 Wanita Tercantik di Dunia Tahun 2021

Sebelumnya, dalam pembukaan acara puncak hari ulang tahun (HUT) ke-7 PSI, Giring menyinggung sosok yang tidak layak menggantikan Jokowi nanti.

Menurutnya, kemajuan Indonesia akan terancam bila yang menggantikan Jokowi adalah sosok yang kerap menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang.

“Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” kata Giring, dalam sambutannya yang digelar secara virtual, Rabu, 22 Desember 2021.

Baca Juga: Fujianti Utami Posting Potret Terbarunya, Netizen Malah Komentar Thariq Halilintar

Giring menuturkan, Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. Dia memberikan petunjuk orang yang dimaksud itu, yakni seseorang yang digantikan dalam kabinet Jokowi.

“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja,” sambungnya.

Eks vokalis Nidji ini menegaskan PSI tidak akan mendukung sosok yang dimaksud tersebut. PSI tegas akan menjadi oposisi jika tokoh yang dimaksud itu terpilih menjadi presiden.

Baca Juga: Viral Dokumen Susi Pudjiastuti Jadi Bungkus Gorengan, PKS Minta Kemendagri Berbenah Diri

“PSI menarik garis tegas, Pak, tidak berkompromi dengan orang yang menghalalkan segala cara, termasuk dengan memperalat agama, main mata, bergandeng tangan dengan kelompok intoleran, menggunakan ayat untuk menjatuhkan lawan politik,” tandasnya. ***

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah