Pengamat Duga Usulan Penundaan Pemilu 2024 untuk Jegal Prabowo Jadi Presiden: Kita Lihat Pola…

- 7 Maret 2022, 12:30 WIB
Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing.
Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing. /ANTARA/HO/Emrus Sihombing/

GALAJABAR - Usulan penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dinilai menjadi siasat untuk menjegal Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto maju sebagai presiden.

Penilaian itu disampaikan oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing.

Emrus menyebutkan bahwa di beberapa hasil survei, Prabowo kerap kali menduduki posisi atas.

“Kalau dilihat hasil survei memang Prabowo tinggi, meskipun hasil survei hanya potret saja, tapi saya belum melihat (usulan penundaan pemilu) ingin menghalangi majunya Prabowo, tapi nanti kita akan lihat pola komunikasi politik yang berkembang,” katanya kepada wartawan, Ahad, 6 Maret 2022.

Baca Juga: WOW! Film The Batman Raup Keuntungan Rp1,8 Triliun di Box Office Amerika, Padahal di Tengah Pandemi

Menurut nya usulan yang disampaikan oleh beberapa petinggi partai politik itu hanya akal-akalan saja, sebab Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sudah tegas patuh terhadap konstitusi.

“Isu tersebut (penundaan pemilu) merupakan akal-akalan saja. Presiden Joko Widodo sudah tegas mengatakan harus patuh terhadap konstitusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emrus memprediksi tiga kandidat yang dinilai cocok dari Partai Gerindra untuk menjadi calon presiden (capres), kalau-kalau Prabowo tidak maju.

“Prabowo tidak maju di Pilpres 2024 itu tidak mungkin, namun jika ada rencana cadangan, ada ketiga kader yang dinilai layak,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah