Saut Situmorang Kritik Rencana Pengadan Mobil Dinas Buat Pimpinan KPK

- 15 Oktober 2020, 20:11 WIB
WAKIL Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. KPK menetapkan Dirut PLN Sofyan Basir sebagai tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau-1 yang sebelumnya telah menyeret tersangka mantan Mensos Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.*/ANTARA FOTO /

GALAJABAR -Pengadaan mobil dinas jabatan untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural di lingkungan KPK menuai kritikan dari mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2015-2019 Saut Situmorang.

Menurutnya, pengadaan mobil dinas tidak ada kaitan langsung dengan kinerja pimpinan KPK.

"Tidak ada kaitan langsung dengan kinerja pimpinan, misalnya OTT (Operasi Tangkap Tangan) dan kinerja lain. Saya naik Innova 4 tahun aman-aman saja," ujar Saut dikutip galajabar dari Antara, Kamis 15 Oktober 2020.

Baca Juga: Seorang Anak di Cimahi Disengat Tawon , Korban Harus Ditangani Medis

Lebih jaub ia mengungkapkan selama masa kepimpinan KPK jilid IV atau saat dirinya menjabat, tidak pernah ada pembahasan mengenai mobil dinas.

"Masalah mobil tidak urgent biar negara tidak pusing urusi mobil. Cukup saja uang transportasi lalu gunakan itu untuk kredit mobil dan pemeliharaannya mobil masing-masing pimpinan dan staf. Itu sudah berjalan 4 periode tetap perform pimpinan KPK dan pegawainya," tandasnya.

Dia menyatakan pada masa kepemimpinan KPK jilid IV hanya meminta agar gaji pegawai KPK dinaikkan.

Baca Juga: Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Bali Terus Meningkat

"Jadi, jilid IV hanya minta gaji pegawai yang dinaikkan, awalnya cuma gaji pimpinan normatifnya harus dinaikkan dulu sebagai dasar. Jadi, tidak ada isu sistem transportasi saat itu," ungkap Saut.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X