UEFA dan ECA Menentang Keras Wacana FIFA Gelar Piala Dunia 2 Tahun Sekali

- 24 September 2021, 22:04 WIB
Markas FIFA
Markas FIFA /REUTERS/Arnd Wiegmann/Jurnal Palopo

GALAJABAR - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) menentang wacana FIFA yang akan menggelar Piala Dunia dua tahun sekali.

Rencana FIFA menggelar Piala Dunia dua tahun sekali tersebut dinilai akan memberikan dampak langsung dan merusak jadwal sepak bola klub.

Saat ini, FIFA dikabarkan sedang menggelar studi kelayakan untuk membuat Piala Dunia digelar setiap dua tahun untuk mengganti siklus empat tahun sekali seperti saat ini berlaku.

Baca Juga: Ketua MPR Bamsoet Ingatkan Pemerintah dan Aparat Soal Ustadz yang Diserang: Mengutuk Keras

ECA mengatakan pendekatan FIFA terhadap reformasi kalender pertandingan internasional adalah "pelanggaran langsung dan sepihak terhadap kewajiban hukum tertentu."

ECA yang mewakili 234 klub Eropa tidak menyatakan kewajiban apa yang dimaksud, tetapi organisasi ini telah membuat serangkaian perjanjian dengan UEFA dan FIFA mengenai kalender pertandingan internasional.

"Klub sepak bola selalu menjadi suara fundamental dan dihormati dalam membentuk masa depan IMC (kalender pertandingan internasional). Itu adalah landasan sepak bola, menjadi pendorong kompetisi; pusat utama dan rumah pengembangan dan investasi pemain; dan tumpuan penggemar serta komunitas lokal mereka," kata ECA dilansir galajabar dari Antara.

Baca Juga: Usai Heboh dengan Sunda Empire, Lord Rangga Kini Umumkan Sistem Negara Baru, Rakyat Diminta Partisipasi

“Inilah sebabnya Nota Kesepahaman (MoU) yang mengatur hubungan antara ECA dan FIFA, menempatkan IMC pada intinya. MoU antara klub dan FIFA ini disepakati setelah adanya negosiasi terinci dan persetujuan bersama tentang IMC, serta sebagai proses yang mengatur IMC," tambah ECA.

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengatakan bulan ini bahwa dia "100 persen yakin" mengenai manfaat dari peralihan tersebut.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin bulan ini memperingatkan potensi boikot negara-negara Eropa terhadap Piala Dunia bila FIFA terus melanjutkan rencananya.

Baca Juga: Grace Natalie Sebut Ucapan Giring ke Anies adalah Edukasi, Musni Umar: Bukan, Itu Menabur Fitnah

Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) juga mengkritik rencana FIFA tersebut, sebaliknya Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) "menyambut proses konsultasi ekstensif yang diprakarsai dan dipimpin oleh FIFA."

Badan Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karabia (CONCACAF) mengatakan sedang menelaah proposal FIFA tersebut dengan pikiran terbuka, dan siap terlibat dalam proses konsultasi. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) juga telah mengambil sikap yang sama.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah