Dampak Pandemi Covid-19: Perusahaan di Cimahi Tidak Membuka Lowongan Kerja

- 9 November 2021, 19:00 WIB
Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menutup kegiatan Sosialisasi Silima dan  Sidakeptri di Gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Selasa (9/11/2021).
Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menutup kegiatan Sosialisasi Silima dan Sidakeptri di Gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Selasa (9/11/2021). /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/

GALAJABAR - Angkatan kerja di Kota Cimahi banyak yang belum terserap. Salah satu faktor penyebabnya karena pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang terkena dampak pandemi, tidak membuka lowongan pekerjaan.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Teja Dahliawati mengatakan, angkatan kerja di Kota Cimahi mencapai 126 ribu tenaga kerja.

"Dengan asumsi jumlah kepala keluarga yang kita survei di 60 itu kurang lebih sekitar 126 ribu tenaga kerja, yang terserap masih sedikit. Kalau akumulasi data kita belum punya, persentase juga kita belum mempersentasekan," ungkapnya ditemui usai kegiatan penutupan Sosialisasi Sistem Link And Match (Silima) yang bertransformasi ke  Sidakeptri (Sistem Informasi Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan Terintegrasi) di Gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Selasa  9 November 2021.

Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Rian Ernest Salahkan Pilihan Politik Anies Baswedan: Merugikan Warga DKI

Diakui Teja, jika pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menyerap angkatan kerja yang ada di wilayahnya.

Ia mencontohkan, pihaknya melakukan pelatihan menjahit  dengan jumlah peserta 40 orang. Semuanya terserap dan bekerja di PT Sansan.

"Berarti 100 persen ya yang terserap. Padahal yang dibutuhkan PT Sansan itu sebetulnya sampai 400 orang. Tapi kami memang tidak sanggup untuk memenuhi sampai 400 tenaga kerja, akhirnya yang sisa dari 400 itu di push oleh LPK-LPK secara mandiri, jadi berbayar," terangnya.

Baca Juga: Ditanya Perannya di BUMN, Said Didu: Tidur-tiduran, Tapi Keuntungan BUMN Naik Hampir Enam Kali Lipat

Pihaknya juga beberapa waktu lalu melaksanakan pelatihan bahasa Jepang.

"Sampai sekarang kan kurang lebih warga Cimahi di interview oleh perusahaan Jepang ada 13 orang, 1 orang sudah lolos bekerja di perushaan Jepang. Meskipun dari jumlah peserta yang kita latih itu masih rada jauh ya dari persentase 100 persen, tapi itu terus berjalan. Kita terus pantau, baik dari teman-teman LPK maupun dari kita, untuk mengetahui progresnya," tutur Teja.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah