Pascagempa Sumedang Bey Machmudin Pastikan Semua Warga yang Terdampak akan Terpenuhi Kebutuhannya

- 2 Januari 2024, 13:42 WIB
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melakukan peninjauan pascagempa Sumedang
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melakukan peninjauan pascagempa Sumedang /Jabar.go.id/

GALAJABAR - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin lmelakukan peninjauan ke lokasi terdampak Gempa Sumedang pada, Senin (1/1/2024).

Salah satu lokasi yang terdampak gempa cukup parah dan menjadi fokus penanganan adalah RSUD Sumedang.

Tiba sekitar pukul 7 pagi, Bey langsung meninjau beberapa titik bangunan RSUD yang mengalami keretakan di beberapa bagian akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,8 ditambah lagi dengan sejumlah gempa susulan.

Tercatat ada 108 pasien telah dievakuasi dan dirawat di halaman depan RSUD Sumedang dan 45 pasien di halaman belakang. Mereka tetap ditangani secara intensif. Bey mengatakan, keselamatan dan ketenangan pasien menjadi prioritas.

Baca Juga: HARI INI Gempa Pangandaran Jawa Barat Berskala Magnitudo 3,7 Tidak Berpotensi Tsunami

"Kami tadi meninjau ke RSUD Sumedang saya lihat penanganannya sudah baik yang utama adalah keselamatan dan ketenangan pasien, jadi dipindahkan dulu ke tempat yang aman, memang masih ada pasien di dalam tapi itu berada di bangunan yang aman," ujar Bey.

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bey menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas gempa yang mengguncang Sumedang di penghujung 2023. 

Pemprov Jawa Barat berkomitmen akan menangani bencana ini secara maksimal dan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah kami menyampaikan rasa duka dan prihatin atas terjadinya gempa ini. Tadi malam kami langsung koordinasi baik dengan Pemkab Sumedang, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan BMKG," ucap Bey.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2023 Tercatat 1.155 Gempa Bumi Terjadi di Jawa Barat

Gempa yang mengguncang Sumedang pada 31 Desember 2023 telah terjadi sebanyak lima kali. Namun setelah gempa yang ketiga atau puncaknya (magnitudo 4,8), guncangan gempa berangsur mengecil yakni berada di kekuatan magnitudo 2.

"Sebetulnya kemarin terjadi 5 kali gempa di Sumedang, namun setelah gempa yang ketiga kekuatannya semakin rendah yaitu sekitar 2 magnitudo, tentunya kita berharap tidak terjadi lagi gempa susulan," harap Bey.

Akibat gempa tersebut, tercatat 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 warga mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun 11 orang mengalami luka ringan, 2 orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan RS Santosa Bandung.

"Tadi menurut laporan terdapat 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 pengungsi. Korban jiwa tidak ada, hanya luka ringan 11 orang dan 2 orang di antaranya dirawat di RSUD Sumedang dan Santosa Bandung, sisanya sudah pulang ke rumah masing-masing," tutur Bey.

Setelah meninjau kondisi di RSUD Sumedang, Bey kemudian meninjau kondisi permukimam warga yang terdampak gempa cukup parah, tepatnya di Perum Babakan Hurip Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara. Bey juga menyapa sejumlah warga yang sedang mengungsi di sejumlah tenda darurat. 

Baca Juga: Meski Terowongan Tol Cisumdawu Retak Akibat Gempa Sumedang, Tidak Ada Rekayasa Lalu intas

Bey memastikan kondisi mereka aman dan terpenuhi segala kebutuhan logistikanya. Bey kemudian menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dana kebencanaan, makanan dan obat-obatan kepada Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman.

"Kami akan terus memantau dan berharap masyarakat mematuhi petunjuk petugas di lapangan," ujar Bey.

Sementara iyu terkait terowongan kembar tol Cisumdawu yang mengalami keretakan, Bey mengatakan sudah menyampaikannya kepada Kementerian PUPR. Tidak ada penutupan ruas tol Cisumdawu selama tim dari PUPR memeriksa kondisi terowongan tersebut.

"Kami sudah laporkan ke PUPR dan PUPR telah menurunkan timnya ke lokasi. menurut PUPR masih aman jadi tidak ada rencana penutupan tol Cisumdawu," sebut Bey.

Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman hari ini sudah menetapkan status Sumedang dalam keadaan tanggap darurat bencana.

"Hari ini kami sudah menetapkan status Sumedang dalam keadaan tanggap darurat bencana, ini agar memudahkan dalam penanganan dan dukungan anggaran untuk membantu warga yang terkena bencana," ujar Herman.

Baca Juga: Dampak Gempa Sumedang, Bey: 248 Rumah Rusak 456 Warga Mengungsi, Paling Parah di Babakan Hurip

Pemda Kabupaten Sumedang sejauh ini sudah menerjunkan tim teknis untuk  assessment  di tiga kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Cimalaka, Sumedang Utara dan Sumedang Selatan.

"Mudah-mudahan hari ini bisa diputuskan mana saja rumah-rumah yang bisa ditempati kembali dan yang tidak aman, tentu saja kami siapkan tempat evakuasi yang representatif," katanya.

Untuk tenda darurat dan dapur umum, pihaknya sudah menyiapkan di beberapa lokasi. Herman juga memastikan bahwa penanganan dampak gempa akan ditangani secara maksimal dengan prioritas utama adalah keselamatan warganya.

"Semua kami tangani secara maksimal dan prioritas kami adalah keselamatan warga," ucapnya.

Herman berpesan kepada seluruh warga Sumedang agar tetap tenang karena secara keseluruhan Sumedang dalam keadaan aman dan terkendali.Meski demikian, ia meminta warga tetap waspada karena dalam waktu bersamaan bencana banjir dan longsor berpotensi terjadi.

"Saat ini Sumedang dalam keadaan aman dan terkendali tetap tenang namun waspada karena dalam waktu yang bersamaan kitapun dihadapkan dengan potensi bencana banjir dan longsor," pungkas Herman.***

Editor: Lina Lutan

Sumber: jabar.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah