10 Negara dengan Indeks Demokrasi Terbaik di Dunia, Posisi Indonesia Jauh dari Sempurna

- 5 September 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi bendera Kanada. Negara di Amerika Utara ini masuk ke jajaran 10 negara dengan indeks demokrasi terbaik. Bagaimana dengan Indonesia?/Unsplash/Sebastiaan Stam
Ilustrasi bendera Kanada. Negara di Amerika Utara ini masuk ke jajaran 10 negara dengan indeks demokrasi terbaik. Bagaimana dengan Indonesia?/Unsplash/Sebastiaan Stam /

GALAJABAR - Demokrasi dilansir dari berbagai sumber merupakan bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.

Oleh karena itu, Economist Intelligence Unit (EIU) secara rutin merilis hasil Indeks Demokrasi dengan tujuan untuk mengukur keadaan demokrasi di 167 negara.

Demokrasi sendiri dibagi menjadi empat klasifikasi. Pertama, demokrasi penuh berarti negara-negara yang di mana kebebasan sipil dan kebebasan berpolitik tidak hanya dihormati, namun juga diperkuat oleh budaya politik yang kondusif dan matang sehingga prinsip-prinsip demokrasi dapat berjalan.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 5 September 2021: Dendam Masa Lalu, Al dan Ibu Rosa Diincar oleh Seseorang

Negara-negara ini memiliki transparansi pemerintah yang bagus, independensi peradilan terlaksana, pemerintahan berfungsi dengan baik.

Kedua, demokrasi tidak sempurna adalah negara-negara yang di mana pemilu masih berlangsung secara adil dan bebas serta kebebasan dasar sipil dihormati, namun dimungkinkan juga memiliki sejumlah masalah, seperti pelanggaran terhadap kebebasan pers dan sedikit membatasi gerak para oposisi maupun pemerhati politik.

Ketiga, rezim hibrida adalah negara-negara yang terdapat tindak kecurangan dalam pemilu reguler serta keberadaan negara dirasa sedikit menghalangi rakyatnya untuk mendapatkan demokrasi yang adil dan bebas.

Baca Juga: Melalui Aksi Virtual, Serikat Pekerja Bersikukuh Tetap Menolak UU Cipta Kerja

Negara-negara ini umumnya mempunyai banyak masalah, seperti pemerintah yang memberikan tekanan kepada oposisi politik, peradilan yang tidak independen, korupsi yang merajalela, pelanggaran kebebasan pers dengan menekan dan menghambat para jurnalis, supremasi hukum yang lemah.

Halaman:

Editor: Noval Anwari Faiz

Sumber: Berbagai Sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah