DPR Terus Dorong Pemerintah Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Keuangan Haji

16 Oktober 2021, 15:19 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily./Istimewa/. /

GALAJABAR - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa DPR RI punya perhatian lebih terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Ace menjelaskan bahwa DPR RI terus berupaya mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan pengelolaan keuangan haji.

Hal ini menurut Ace dapat dilihat dari keseriusan DPR RI dalam merumuskan regulasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji, antara lain UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) dan UU Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Haji (UU PKH).

Baca Juga: Mainkan Kode Redeem Free Fire 16 Oktober 2021, Hadiahnya Bikin Ngiler Lho

Dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Keuangan Haji (BPKH), Ace menyampaikan bahwa dana haji yang dikelola oleh BPKH dalam kondisi aman. Menurutnya, ini harus disampaikan untuk meluruskan pemberitaan hoaks yang beredar di masyarakat.

“Makin hari pelayanan haji kita makin baik. Tahun 1995 saya pertama kali haji. Satu kamar diisi 10 orang. Kita masak sendiri, bawa kompor. Sekarang sudah tidak ada. Sekarang kita wajibkan Kemenag menyediakan makanan. Memang pemondokan agak jauh dari Masjidil Haram, tapi kita sediakan Bus Solawat. Ini upaya penyelenggaraan haji agar lebih baik," kata Ace Hasan, dalam keterangan tertulisnya Sabtu 16 Oktober 2021.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, dana haji per 31 Juli 2021 sudah mencapai Rp153 triliun. Target tahun ini sebesar Rp155 triliun. Dimana uang itu di tempatkan di Bank-bank Syariah.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 16 Oktober 2021: Kebenaran Terungkap, Mama Rosa Pernah Suruh Denis Setubuhi Jessica

"Sebagian diinvestasikan di SBSN (sukuk). Itu Rp 97 triliun. Apa untungnya, ada nilai manfaat sebesar Rp. 6,4 triliun. Dana haji itu aman, dan ada nilai manfaatnya untuk jemaah,” ujarnya.

Ace Hasan juga menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi persoalan penyelenggaraan haji adalah lama antrean pemberangkatan. Menurutnya rata-rata lama antrean 20 tahun, bahkan ada daerah yang hingga 45 tahun. Ia juga menyebut bahwa jumlah lansia yang masuk dalam daftar tunggu sangat banyak.

“Jemaah haji kita yang lansia dan waiting list yang usianya di atas 100 tahun ada 24 orang. Yang usianya 91 sampai 100 tahun ada 2.566 orang. Yang usianya 81 sampai 90 tahun ada 26.697 tahun. Usia 71 sampai 80 tahun ada 176.516 orang. Yang usia 60 sampai 70 tahun hampir 1 juta yaitu 832.608 orang. Data ini saya dapatkan dari Siskohat," terangnya.

Baca Juga: Paling Mantap! 30+ Kode Redeem FF 16 Oktober 2021, Klaim Ratusan Diamond, Skin dan Hadiah Premium Lainnya

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Kholid mengatakan bahwa negara sudah siap menyambut penyelenggaraan haji. Ia juga membantah opini yang sempat berkembang bahwa Pemerintah Indonesia mempunyai utang kepada Pemerintah Arab Saudi sehingga jemaah haji Indonesia tidak diberangkatkan haji.***

Editor: Dicky Mawardi

Tags

Terkini

Terpopuler