Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Cimahi Ancam Mogok

- 21 Januari 2021, 19:58 WIB
Pedagang daging sapi di Kota Cimahi bersiap melancarkan aksi mogok jualan, sebagai bentuk protes tingginya harga daging sapi
Pedagang daging sapi di Kota Cimahi bersiap melancarkan aksi mogok jualan, sebagai bentuk protes tingginya harga daging sapi /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/
GALAJABAR -  Harga daging sapi di Kota Cimahi mengalami kenaikan  cukup tinggi. Hal itu membuat pedagang mengeluh, hingga mengancam bakal mogok berjualan, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak bisa menstabilkan harga.

Berdasarkan pantauan di Pasar Atas Baru (PAB) Jalan Kolonel Masturi, Kamis 21 Januari 2021, sejumlah pedagang daging sapi masih melakukan aktivitas berjualan.
 
Harga jual daging sapi ke konsumen belum ada peningkatan meski modal pedagang sudah naik.
 
Baca Juga: Resmi, Basarnas Hentikan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Seperti yang diakui pedagang daging sapi, Ginanjar (42). Dia tengah menghadapi pilihan yang dilematis,  pasalnya harga daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) naik, namun tidak dapat menaikkan harga jual ke konsumen.

"Harga jual masih Rp 110.000/kg, tapi beli dari RPH sudah naik. Sekarang harga ke konsumen masih tetap, enggak tahu kalau besok," ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan pembeli merupakan langganan, sehingga kenaikan harga akan memberatkan.
 
 
"Belum bisa naikkan harga, kasihan karena kebanyakan langganan. Selain itu, konsumen nggak mau harga mahal, sehingga  mengurangi pembelian," katanya.

Diakui Ginanjar, ada ajakan untuk melakukan aksi mogok berjualan, sebagai protes atas kenaikan harga daging sapi.
 
"Menunggu keputusan bersama, katanya di Bandung sudah mulai mogok. Kalau diajak berhenti jualan dulu, ya kayanya ngikut saja," ungkapnya.
 
Baca Juga: Toyota Thailand Open: Ginting dan Shesar Kalah, Tunggal Putra Indonesia Habis

Dia berharap pemerintah bisa mengendalikan harga daging sapi di pasaran.
 
"Mudah-mudahan harga bisa stabil enggak jadi naik," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan pedagang daging sapi, Asep (48). Dia mengaku kurang tahu penyebab harga daging sapi yang naik.

"Soal penyebabnya kurang tahu, karena kita hanya pedagang eceran. Memang harga naik, jadi modal besar namun penjualan sedikit," ujarnya.
 
Baca Juga: Hujan Deras, Sungai Cikeruh Meluap Banjiri Tiga Desa di Rancaekek

Malah, dia mengaku sejak pandemi Covid-19 tingkat pembelian daging sapi terus menurun.
 
"Kalau dulu biasa stok sampai kuintal, sekarang paling 30-40 kg dan itupun hanya ramai pada hari-hari tertentu. Menurunnya ya sejak Covid," jelasnya.

Pembeli asal Cipageran, Eni (46) mengatakan, aksi mogok berjualan yang bakal ditempuh para pedagang akan membawa dampak negatif. "Kasihan sama penjual, juga kasihan sama pembeli karena bakal susah dapat daging sapi," ujarnya.

Eni mengaku rutin berbelanja daging sapi untuk kebutuhan berjualan. "Saya rutin beli tiap minggu, bukan konsumsi sendiri tapi untuk jualan masakan. Makanya stok daging itu sangat dibutuhkan," katanya.
 
Baca Juga: Posko Pelaksanaan Test Antigen Kota Cimahi Dipenuhi Warga Pendatang

Dia menilai, kenaikan harga daging sapi dalam taraf wajar masih bisa diterima. "Asal kualitas dagingnya bagus sesuai dengan harga. Yang lebih penting daging sapi yang dibutuhkan ada di pasaran," tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Dadan Darmawan didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Teja Dahliawati menjelaskan, pihaknya memahami jika pedagang keberatan dengan kenaikan harga daging sapi.

"Harga pembelian (daging sapi) tinggi, sementara penjualan menurun. Kita maklumi karena kondisi sedang seperti ini. Masyarakat juga pasti menghitung, skala prioritas manakala belanja. Apalagi sangat mungkin daya beli masyarakat juga saat ini terganggu dengan belum selesainya Covid-19," terangnya.
 
Baca Juga: Oded Mengajak Warga Kota Bandung Menangkan Perang Melawan Covid-19

Pihaknya berharap aksi mogok berjualan para pedagang daging sapi urung dilakukan. Sebab akan merugikan mereka sendiri.

"Sampai dengan hari ini saya dapat informasi dari UPT Pasar masih under control. Kami pun sudah mengamanatkan agar para pedagang menjaga kondusivitas, diajak ngobrol sama UPT melalui paguyuban. Mudah-mudahan tidak terjadi mogok jualan, karena pasti pedagang yang akan rugi," ungkapnya.

Jika aksi mogok berjualan tersebut tetap dilakukan, pihaknya akan mengambil langkah antisipasi dengan berkoordinasi dengan Disperindag Jabar.
 
Baca Juga: Fakta Terbaru : 25 Orang di Lingkungan DPRD Kota Bandung Terpapar Covid-19

"Kami sekarang juga sedang berkoordinas dengan Disperindag provinsi untuk langkah antisipatifnya. Sejauh ini untuk stok daging sapi terutama yang import masih aman ya," sebutnya. ***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah