Bandung Barat Nol Kasus Covid-19, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Diingatkan Tak Euforia

- 14 Januari 2022, 22:07 WIB
Berbagai varian baru virus Covid-19 diprediksi akan kembali muncul di tahun 2022 ini.
Berbagai varian baru virus Covid-19 diprediksi akan kembali muncul di tahun 2022 ini. /Reuters/Phil Noble/

GALAJABAR - Kabupaten Bandung Barat saat ini telah mencacatkan nol kasus positif aktif Covid-19. Namun hal tersebut jangan menjadi alasan protokol kesehatan diabaikan begitu saja.

Meski kasus Covid-19 sudah nol kasus, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat mengingatkan masyarakat dan Pemkab Bandung Barat agar tidak euforia.

Pasalnya pandemi Covid-19 belum berlalu dan masih ada ancaman varian Omicron yang bisa saja terdeteksi dan masuk ke Bandung Barat. Seperti kasus yang sempat dikabarkan menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cililin.

Baca Juga: Duo Brasil Belum Moncer Bersama Persib Bandung, Bobotoh Pertanyakan Strategi Robert Albert

"Menyusul terkait adanya PMI asal Bandung Barat yang probabel Omicron, meski sudah dinyatakan negatif, tetap harus diwaspadai bahwa Covid-19 belum usai," kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Bagja Setiawan di Padalarang, Jumat 14 Januari 2022.

Menurut Bagja, terlepas dari apapun variannya, tidak ada jaminan setelah varian Omicron tidak ada lagi varian yang lain. Bisa jadi muncul lagi varian baru yang penyebarannya lebih masif dan efeknya lebih ganas.

Oleh karena itu, Pemkab Bandung Barat tetap harus bersiap siaga. Program penanggulangan Covid-19 harus tetap dilaksanakan baik itu refocusing atau fokus kerja seperti yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga: Doddy Sudrajat Dapat Rezeki Nomplok, Ayah Vanessa Angel Dapat Sumbangan 5 Hektare Kebun Kelapa Sawit

"Yakni pemulihan ekonomi setelah Covid-19, serta rehabilitasi dan rekonstruksi Covid-19 yang jadi fokus program kegiatan pemda sampai 2023," ujar Bagja.

Halaman:

Editor: Ziyan Muhammad Nasyith


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network