Khawatir Terjerat Rentenir, Jabar Gulirkan KUR bagi Pekerja Migran, Ini 5 Daerah Penyumbang PMI Terbanyak

- 16 Maret 2022, 12:11 WIB
 Khawatir Terjerat Rentenir, Jabar Gulirkan KUR bagi Pekerja Migran, Ini 5 Daerah Penyumbang PMI Terbanyak
Khawatir Terjerat Rentenir, Jabar Gulirkan KUR bagi Pekerja Migran, Ini 5 Daerah Penyumbang PMI Terbanyak /Humas Pemprov Jabar

GALAJABAR - Ada kekhawatiran para pekerja migram banyak didatangi oleh rentenir untuk meminjamkan dana dengan bunga sangat besar. Untuk mengantisipasi hal ini Pemprov Jawa Barat memberi bantuann modal kepada rencana Pekerja Migran.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyosialisasikan skema baru Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pullman Hotel, Kota Bandung, Selasa 15 Maret 2022 kemarin.

“Saya pikir sangat bagus karena dampak positifnya bagi para pekerja migran Indonesia ini mereka akan diringankan. Kan mereka itu perlu biaya untuk persiapan kepergian,” imbuhnya.

Baca Juga: Gempa 5,5M Guncang Pantai Selatan Cianjur, Nyaris Semua Daerah Merasakan Gempa, Tak Berpotensi Tsunami

“Nah saat ini sudah ada fasilitasnya, dengan bunga yang rendah dan terjamin karena sudah ada intervensi dari bank,” sambungnya.

Di Jawa Barat tercatat ada lima kabupaten sebagai penyumbang PMI terbanyak, yakni Kabupaten Indramayu sebanyak 5.262 orang, Kabupaten Cirebon (2.624), Kabupaten Subang (1.558), Kabupaten Majalengka (622), dan dan Kabupaten Karawang 519 orang.

“Tentunya dengan adanya program KUR PMI ini akan meringankan dan memudahkan bagi PMI-PMI seluruh Indonesia dan khususnya di Jawa Barat,” tuturnya.

Untuk perkembangan KUR di Jawa Barat didasarkan adanya komitmen yang kuat dari berbagai pihak. Sehingga perkembangan UMKM sangat tinggi dan ternyata jumlah penerima KUR meningkat tiap tahunnya, pada tahun 2021 sebesar 19,9 persen dari tahun 2020.

Baca Juga: Puluhan Ribu Mobil Milik 6 Produsen Mobil di Korea Selatan Ditarik dari Peredaran, Kok Bisa? Ini Penyebabnya

“Penyaluran KUR di Jawa Barat di tahun 2022 ini (posisi 31 Januari 2022) telah mencapai Rp2,93 triliun pada 86.983 debitur. Dan tentu saja kita harapkan efek domino bagi masyakat,” tutur Setiawan.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah