Survei Polmatrix Indonesia: Prabowo - Puan Capres dan Cawapres Terkuat 2024, JK - Anies Menyusul

- 1 April 2021, 20:51 WIB
Ketua DPR Puan Maharani.
Ketua DPR Puan Maharani. /Dok. DPR RI
GALAJABAR - Sekitar  tiga tahun menuju perhelatan demokrasi lima tahunan atau Pilihan Presiden (Pilpres) pada 2024, sejumlah nama telah muncul dan digadang-gadang sebagai calon terkuat.

Simulasi pasangan capres dan cawapres pun telah dijajaki untuk mengetahui tingkat keterpilihannya di 2024 mendatang.

Baru-baru ini, sebuah survei yang dilakukan oleh  Polmatrix Indonesia menyebutkan pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani merupakan pasangan paling kuat di antara pasangan capres-cawapres lainnya.
 
Baca Juga: Bocor ! Disinggung Baim Wong, Raffi Ahmad Ungkap Akan Membangun Stadion untuk RANS Cilegon FC

"Dari simulasi yang ada, Prabowo-Puan diunggulkan dengan dukungan mencapai 19 persen," kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto, dalam siaran persnya, di Jakarat Kamis, 1 April 2021 dilansir galajabar dari  Antara.

Kendati jadi pasangan yang menepati papan atas alias paling berpotensi merebut suara terbanyak di 2024, jaraknya tidak terpaut jauh dengan dua pasangan calon unggulan lainnya.

Pasangan lain tersebut yakni pasangan Jusuf Kalla-Anies Baswedan didukung sebanyak 16,4 persen dan Ganjar Pranowo-Khofifah Indar Parawansa sebesar 15,6 persen.
 
Baca Juga: Ridwan Kamil Jamin Keamanan Selama Hari Paskah di Jawa Barat

Sementara itu, Ridwan Kamil-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih dukungan 12,3 persen.

"Pasangan Prabowo-Puan paling diunggulkan publik dalam laga Pemilu 2024, tetapi mendapat penantang kuat dari JK-Anies dan Ganjar-Khofifah, serta RK-AHY," ujarnya.

Dendik menyebutkan bahwa sebagai representasi dari dua kekuatan politik terbesar, Prabowo-Puan masih memerlukan daya ungkit yang lebih besar jika ingin memenangkan Pemilu 2024.

"Koalisi yang terbangun antara PDIP dan Gerindra tampaknya perlu bekerja ekstra keras," katanya.
 

Merujuk pada elektabilitas yang tinggi pada survei-survei sebelumnya, Anies lebih tepat jika dipasangkan sebagai cawapres JK yang merupakan tokoh senior.

"JK lebih mampu merangkul banyak kekuatan politik, ditambah faktor Anies yang masih kuat," jelas Dendik.

Kemudian Ganjar yang juga elektabilitasnya tinggi bisa menjadi capres alternatif, apalagi jika berpasangan dengan Khofifah.

"Ganjar-Khofifah merupakan kombinasi antara figur nasionalis dan Islam (NU), serta pengalaman sebagai gubernur dari dua provinsi terpadat," lanjut Dendik.
 
Baca Juga: Masyarakat Masih Percaya Joko Widodo Bisi Bikin Indonesia Maju

Begitupun dengan RK, dengan latar belakang Gubernur Jawa Barat dan dukungan anak muda, akan makin menguat jika dipasangkan dengan AHY.

"RK-AHY sama-sama figur muda, didukung mesin politik yang solid maupun massa yang lebih cair," ujarnya.

Sementara itu simulasi paslon yang lain hanya didukung kurang dari 5 persen. Pasangan Airlangga Hartarto-Sandiaga Uno meraih 4,7 persen dukungan, disusul Erick Thohir-Tito Karnavian 3,2 persen, dan Gatot Nurmantyo-Rizieq Shihab 1,3 persen.
 
Baca Juga: Kebagian Jadi Kapten, Dedi Kusnandar Siap Tampilkan Performa Terbaik di Laga Persib Kontra Persiraja

Masih ada 27,3 persen responden yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

"Simulasi paslon Pilpres 2024 ini bisa memberikan gambaran peta dukungan terhadap para kandidat, dan patut diperhitungkan oleh partai-partai politik yang bakal mengusung," jelas Dendik.

Untuk diketahui, survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 20-25 Maret 2021 kepada 2.000 orang responden mewakili 34 provinsi.
 
Baca Juga: Rafatar Bakal Punya Adik ? dr Feni Doakan Nagita Slavina dan Janinnya Sehat

Survei dilakukan melalui telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih acak. Margin of error survei sebesar ±2,2 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x