Pengamat Usul Prabowo Berpasangan dengan Rizal Ramli, Tak Perlu Terpaku dengan Puan Maharani

- 15 Februari 2022, 14:00 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto /ANTARA

Baca Juga: PRMN: Survei Imogen Communications Institute Tak Akurat!

Lebih lanjut, Ray mengusulkan agar Prabowo dan Gerindra tetap harus memperhitungkan potensi serta peluang kemenangan bila ingin menggandeng tokoh parpol.

Bila kurang cermat, bukan tidak mungkin Prabowo kembali kalah untuk kesekian kalinya di pilpres.

“Bila kurang cermat dapat berisiko kegagalan yang kesekian pencalonan Pak Prabowo sebagai calon presiden,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gerindra tidak perlu terburu-buru menentukan siapa pasangan untuk Prabowo.

Baca Juga: Rencana Serangan Rusia ke Ukraina Semakin Dikhawatirkan, IMF dan Bank Dunia Pindahkan Staf dari Ukraina

“Jadi tidak perlu terburu-buru untuk menetapkan siapa yang bakal jadi calon wakil presiden bagi Pak Prabowo. Biarkan saja ini menjadi rahasia dan akan diputuskan di ujung pendaftaran ke KPU,” pungkasnya.

Untuk diketahui, elektabilitas Prabowo memang tampak stabil di beberapa survei nasional.

Salah satunya dari hasil Survei & Polling Indonesia (SPIN). Prabowo berhasil menempati urutan pertama mengalahkan Anies dan Ganjar.

Prabowo memiliki elektabilitas konsisten naik sejak Agustus 2021 sebesar 21,9 persen, kemudian 23,2 persen di Desember 2021, dan 24,5 persen pada Februari 2022. ***

Halaman:

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah