Ternyata 10 Desa Ini Miliki Predikat Aneh di Dunia, Salah Satunya Tinggal di Gunung Berapi Aktif!

- 3 Mei 2021, 12:14 WIB
Gunung Oyama
Gunung Oyama /Pixabay/


GALAJABAR - Berbeda dengan di kota, lingkungan pedesaan memang terkenal asri dan memiliki udara bersih yang jauh dari polusi akibat knalpot kendaraan bermotor.

Maka tidak heran apabila pedesaan selalu menjadi salah satu destinasi favorit warga kota untuk refreshing dari penatnya rutinitas pekerjaan.

Tapi bagaimana jika desa di beberapa dunia ini mendapatkan predikat aneh, berikut ini sejumlah desa dengan predikat aneh di dunia:

Baca Juga: Tokoh NU : Saya Lebih Dukung Khalid Basalamah Ceramah di Polri Ketimbang Gus Miftah di Gereja

1. Desa Nagaro, Jepang

Desa ini dulu sangat indah dan padat oleh penduduknya. Namun, kini kondisinya berubah. Jumlah penduduknya menurun drastis karena telah meninggal dunia dan migrasi ke kota, sedangkan angka kelahiran di Nagoro sangat rendah.

Sebenarnya tidak hanya di Nagoro, hampir seluruh wilayah di Jepang selama beberapa tahun terakhir ini memang memiliki angka kelahiran yang rendah.

Akhirnya Tsukimi Ayano dibantu warga desa lainnya berinisiatif membuat banyak boneka untuk menggantikan para tetangga yang telah meninggal dunia maupun yang telah migrasi ke kota.

Baca Juga: Mulai 3 Mei 2021 Pukul 15.00 WIB, KRL Tak Berhenti di Stasiun Tanah Abang

Boneka-boneka tersebut juga banyak yang diletakkan di pagar, pohon, halte, taman, toko dan lain-lain. Tujuannya agar desa ini menjadi seperti "ramai" kembali.

Wah, alih-alih terlihat hidup, Desa Nagoro menjadi terlihat seram gak, sih?

2. Desa Yangsi, Tiongkok

Desa ini tergolong unik karena dari 80 warganya, sebanyak 36 jiwa memiliki tubuh kerdil sehingga desa ini disebut juga "Desa Kurcaci".

Baca Juga: Mahfud MD Nyatakan Indonesia Maju Meski Korup, Rocky Gerung : Ia Suka Kehilangan Kemampuan Berpikir

Menurut para tetua desa, dulu Desa Yangsi pernah diserang oleh wabah misterius yang mengakibatkan pertumbuhan anak berusia 5-7 tahun terganggu, akibatnya mereka hanya bisa tumbuh setinggi 60-90 cm saja.

Namun, ada pula warga desa yang meyakini bahwa mereka terkena kutukan dari para leluhur.

Banyak teori yang berpendapat tentang penyebab kekerdilan penduduk Desa Yangsi. Diantaranya karena pengaruh gas beracun saat penjajahan Jepang dan adanya kandungan merkuri di dalam tanah.

Namun, hingga kini para ilmuwan masih melakukan penelitian dan belum dapat diketahui penyebabnya secara pasti.

Baca Juga: Daftar Mobil Termahal di Dunia Sepanjang Masa, Dari Koenigsegg CCXR Trevita Hingga Bugatti La Voiture Noire

3. Miyake-jima, Jepang

Penduduk setempat bertempat tinggal tepat di bawah kaki gunung berapi aktif Gunung Oyama.

Karena tidak ingin keracunan gas, mereka selalu mengenakan masker gas setiap hari.

Mungkin kamu berpikir, jika sudah tahu bahaya, mengapa mereka tetap tinggal di sana?

Alasannya adalah karena pemerintah Jepang akan membayar siapapun yang mau tinggal di tempat ini.

Baca Juga: Lagu Pengantar Tidur Ibu (Chapter 6)

Mereka pun tidak perlu khawatir karena pemerintah Jepang juga secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warganya.

4. Colma, Amerika Serikat

Colma yang terletak di negara bagian California ini disebut sebagai Kota Kematian karena jumlah warga yang hidup lebih sedikit dari yang meninggal, dan tentu saja lahan pemakaman di sana lebih luas dari lahan pemukiman penduduk.

Hal ini disebabkan oleh pemerintah San Fransisco yang pernah memerintahkan para warganya untuk memakamkan orang yang telah meninggal di perbatasan kota karena mereka berpendapat bahwa mayat bisa menimbulkan penyakit.

Alhasil, seluruh pemakaman digali dan dipindahkan ke daerah Colma.

Baca Juga: Pilihan Hampers untuk Mertua dan Calon Mertua yang Bikin Meleleh

5. Manshiyat Naser, Mesir

Manshiyat Naser disebut sebagai pemukiman paling kotor di Bumi. Di mana-mana terlihat sampah yang menggunung. Pasar, restoran dan tempat bermain pun sudah melebur bersama sampah. Mirisnya di sini tidak ada aliran listrik dan sangat sulit sekali mendapatkan air bersih.

Usut punya usut ternyata penduduknya berprofesi sebagai pemungut sampah di Kairo dengan upah yang tak seberapa. Jadilah tempat ini dipenuhi sampah dan tentu saja berbanding terbalik dengan Kairo yang sangat bersih.

6. Desa Hogewey, Belanda

Sebenarnya kawasan ini merupakan panti jompo yang kemudian dibangun dengan desain menyerupai desa oleh Yvonne van Amerongen dan kawan-kawannya. Desa ini khusus diperuntukkan bagi para lansia pengidap Alzheimer yang telah mengalami demensia atau pikun. Seluruh aktivitas penghuninya selalu dipantau selama 24 jam penuh untuk menjaga kesehatan dan keamanannya.

Baca Juga: Daftar Juara Serie A LIga Italia Sejak Tahun 2000, Inter Milan Runtuhkan DOminasi Juventus

7. Noiva do Cordeiro, Brasil

Ini, sih, desanya para bidadari. Karena penduduknya yang berjumlah 600 orang adalah wanita. Mereka sangat tangguh dan mandiri, terbukti mereka mampu melakukan apapun tanpa bantuan laki-laki.

Hal ini tidak berarti semua penduduknya dilarang menikah. Buktinya ada beberapa yang sudah menikah dan memiliki anak.

Namun, mereka harus LDR karena suami dan anaknya dilarang tinggal disini. Mereka hanya boleh bertemu di akhir pekan saja.

Baca Juga: Buku Harian Seorang Istri 3 Mei 2021: Suami di Penjara, Nana Hanya Bisa Pasrah

8. Huangluo, China

Sekilas desa ini terlihat sama saja dengan desa lainnya. Namun saat musim kemarau dan gugur tiba, kamu akan dikejutkan dengan penduduk wanita yang menggeraikan rambut panjangnya. Eits, panjang rambutnya tidak biasa, lho, bisa sampai 1,7 hingga 2 meter.

9. Uros, Peru dan Bolivia

Penduduk desa ini tinggal di atas danau Titicaca yang terletak di perbatasan Peru dan Bolivia. Tempat tinggal mereka di atas pulau terapung yang dibuat dari jerami, lho. Jangan salah, meskipun semuanya terbuat dari jerami, namun fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari rumah hingga sekolah.

10. Buford, Colorado

Ternyata ada satu desa di dunia yang hanya memiliki satu penduduk saja, gak percaya?

Desa tersebut terletak di desa Buford, Colorado. Mungkin dari Anda bertanya-tanya kenapa bisa diduduki dengan satu penduduk saja?

Hal ini dikarenakan banyak penduduknya yang pergi meninggalkan desa, lantaran suhu disini sangat dingin dan terletak di perbukitan.***

 
 

Editor: Digdo Moedji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah