Israel Kian Ganas, China Ikut Terluka hingga Desak AS Tak Abaikan Derita Warga Palestina

- 18 Mei 2021, 20:38 WIB
Ilustrasi warga Palestina yang berjuang untuk perdamaian negaranya.
Ilustrasi warga Palestina yang berjuang untuk perdamaian negaranya. /pixabay.com/hosny_salah
GALAJABAR - China meminta Amerika Serikat (AS) untuk berani mengambil langkah dan upaya meredam konflik antara Palestina dan Israel.

China juga meminta agar AS tidak memperkeruh upaya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengakhiri pertumpahan daerah di daerah Palestina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian menyatakan China sebagai ketua bergilir Dewan Keamanan PBB  mendorong gencatan senjata, serta menyalurkan bantuan kemanusian ke Palestina.
 
Baca Juga: Idulfitri Sepekan Berlalu, Aktivitas Perdagangan di Pasar Tradisional Kota Cimahi Belum Normal

Dilansir galajabar melalui Associated Press, Zhao mengungkapkan hasil rapat PBB tak satu suara karena adanya pemblokiran dari satu negara tentang Palestina dan Israel.

"Kami meminta Amerika Serikat untuk memikul tanggung jawabnya dan mengambil posisi yang tidak memihak untuk mendukung PBB dan memainkan perannya dalam meredakan situasi dan membangun kembali kepercayaan untuk solusi politik," kata Zhao dalam konferensi persnya.

China mengecam kekerasan pada warga sipil dalam bentuk apapun termasuk jalur darat, udara dan lainnya.
 
Baca Juga: Negara Paling Aman Bila Terjadi Perang, Beda dengan Palestina dan Israel

"Israel harus menahan diri untuk mematuhi resolusi PBB yang relevan. Berhenti menghancurkan rumah-rumah warga Palestina, berhenti mengusir warga Palestina," kata Zhao.

"Berhenti memperluas program pemukimannya, menghentikan ancaman kekerasan dan provokasi terhadap warga Muslim dan menjaga serta menghormati status quo bersejarah atas Yerusalem sebagai situs suci keagamaan," tambahnya.

China mendesak Presiden AS Joe Biden lebih aktif lagi dalam menekan konflik Palestina-Israel.
 
Baca Juga: Innalilahi, Aurel Hermansyah Keguguran, Harapan Krisdayanti Kandas

AS disebut-sebut telah memblokir langkah China, Norwegia dan Tunisia yang meminta Dewan Keamanan PBB segera menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan Palestina.
 
Sebagai informasi, hingga saat ini terhitung 200 jiwa warga Palestina gugur akibat serangan Israel. Dari 200 korban tersebut 53 di antaranya adalah anak-anak.***

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x