Puluhan Pengendara yang Hendak MasulK Cianjur Disuruh Putar Balik

- 14 Januari 2021, 19:32 WIB
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memantau penyekatan di perbatasan pada pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) maksimal di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis 14 Januari 2021.
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memantau penyekatan di perbatasan pada pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) maksimal di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis 14 Januari 2021. /Literasi News /Nabiel Purwanda

GALAJABAR - Puluhan pengendara yang masuk ke Kabupaten Cianjur dipulangkan Satgas Covid-19 karena tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19 antigen.

Blahkan sebagian besar menolak untuk diuji cepat antigen yang disediakan di pos pemeriksaan.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, di perbatasan Cianjur-Bandung Barat, Kamis, mengatakan, mereka telah memulangkan 50 kendaraan luar kota karena tidak mengantongi surat bebas Covid-19 antigen.

Baca Juga: Thailand Open : Praveen/Melati Menang Mudah

"Selama satu jam berada di pos pemeriksaan Citarum, kami sudah memulangkan lebih dari 50 kendaraan yang pengemudi dan penumpangnya tidak melengkapi diri dengan surat keterangan bebas Covid-19 antigen. Mereka juga menolak untuk melakukan uji cepat berbayar," katanya di perbatasan Cianjur-Bandung Barat, Kamis 14 Januari 2021.

 Sejak satu bulan terakhir mereka mengencarkan pemeriksaan terhadap pendatang yang hendak masuk atau melintas di Cianjur.

Semua pendatang dan pelintas di Kabupaten Cianjur wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19 antigen atau melakukan tes berbayar atau dipulangkan kembali ke kota asalnya.

Baca Juga: PPKM di Kota Cimahi, Banyak Pelaku Usaha Langgar Jam Operasional

Ini bagian dari upaya menekan penyebaran virus berbahaya, terlebih Cianjur saat ini dikepung kota/kabupaten dengan status zona merah Covid-19.

Seluruh Pulau Jawa dan Pulau Bali sedang diberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berdampak pada peningkatan jumlah pendatang ke Cianjur sehingga pemerintah setempat menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru Plus (AKB+) agar angka pengidap Covid-19 tidak melonjak seperti saat PSBB digelar di Jabodetabek dan Bandung.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah