Target Selesai 2022, PT KCIC Lakukan Akselerasi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- 31 Maret 2021, 00:27 WIB
Proyek KCJB yang berlokasi di Cikarang
Proyek KCJB yang berlokasi di Cikarang /dok.foto/PT KCIC/

GALAJABAR - Untuk mengejar target penyelesaian  di tahun 2022, PT KCIC terus melakukan akselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Berbagai program pembangunan dilakukan, termasuk pengerjaan sarana dan prasarana lain untuk menunjang operasional KCJB.

Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menjelaskan, jajaran Direksi PT KCIC terus melakukan koordinasi dan konsolidasi internal dan eksternal secara berkelanjutan agar pembangunan KCJB  ini dapat berjalan sesuai target.

Ditambahkannya, untuk mengejar target penyelesaian, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif,
sehingga akselerasi pembangunan proyek KCJB bisa terwujud.

Baca Juga: Menyoal Aksi Terorisme, Mantan Ketua MK: Islam Tak Pernah Salah, yang Salah Cara Memahaminya

“Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta
pemanufaktur sarana dan prasarana terkait, didampingi oleh KAI sedang
merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat
Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system maupun operasional,”
ungkap Mirza dalam rilis ynag diterima galajabar, Selasa 30 Maret 2021 malam.

Di sisi lain lanjutnya, pembangunan dan penyediaan sarana prasarana KCJB uga menjadi prioritas dan berjalan paralel.

Mengenai keempat stasiun
yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar saat ini dalam tahap konstruksi.
Secara general, pembangunan telah memasuki tahap fondasi dan struktur lainnya.

"Terkait persiapan operasional KCJB, saat ini sedang dilakukan workshop pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk bagian operasional dan
maintenance dari setiap subsistemnya," jelasnya.

Baca Juga: Jarang yang Tahu, Pendiri Demokrat Beberkan Sejarah Perubahan Logo Demokrat

Dalam proses pembangunan proyek KCJB, menurut Mirza harus diakui banyak
tantangan dan hambatan yang dihadapi.

Namun, PT KCIC terus melakukan
koordinasi dan komunikasi dengan semua kontraktor yang terlibat dalam proyek
KCJB secara intens.

“Termasuk penegasan penerapan zero toleransi terhadap kecelakaan kerja dari proses konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” ungkap Mirza.

Baca Juga: Seorang Guru Ngaji Asal Blitar Cabuli 6 orang Anak di Bawah Umur

Ditambahkannya, ketika ditemukan kendala, PT KCIC senantiasa mendorong
semua kontraktor untuk mencari solusi efektif sehingga persoalan bisa teratasi.

Melalui monitoring rutin mingguan, progres pembangunan dan percepatan yang
dilakukan dapat terpantau dan direspons sesegera mungkin agar target pekerjaan
di tahun 2022 dapat dipenuhi.

Biaya Tak Terduga karena Pembebasan Lahan dan Pemindahan Utilitas.

Terkait informasi munculnya penambahan biaya yang beredar di banyak media,
Mirza menjelaskan PT KCIC hingga saat ini masih melakukan kajian internal
dengan pihak terkait. Untuk diketahui, feasibility study (FS) pembangunan Kereta
Cepat Jakarta- Bandung dilakukan di tahun 2015 atau enam tahun silam.

Baca Juga: Pendukung Setia Prabowo di Pilpres 2019, Kini 'Ogah' Kembali Dukung pada Pilpres 2024: #2024CapresMuda

"Seiring dengan berjalannya waktu dan proses, tentu ada inflasi yang terjadi. Apalagi di
tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang membuat seluruh industri terkena
dampaknya," ujarnya 

Menurutnya, imbas serupa juga menerpa proyek KCJB yang ditangani PT KCIC.

Selain itu, biaya tak terduga juga berpotensi muncul dalam setiap pembangunan
infrastruktur. Di lapangan banyak hal-hal tidak terduga yang dihadapi khususnya
dalam aspek pembebasan lahan dan pemindahan utilitas.

“Ketika kami ingin
membebaskan lahan, ternyata di dalamnya terdapat utilitas seperti gardu listrik,pipa air atau jaringan lainnya. Ada proses cukup panjang yang harus ditempuh
dan memakan biaya,” jelasnya.

Ketika menghadapi lahan dengan utilitas, PT KCIC harus melakukan persiapan
dan memindahkan utilitas terlebih dahulu. Setelah pemindahan utilitas dilakukan,
PT KCIC baru bisa mengeksekusi lahan tersebut.

Baca Juga: Piala Menpora 2021 Grup B, Persija Siap Habis-Habisan Demi Kemenangan

Kondisi ini dijelaskan Mirza tentu berdampak pada proses pembangunan Kereta
Cepat Jakarta-Bandung yang sedang berjalan.

Meski begitu, KCIC tetap
berupaya melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi.

“Koordinasi dan komunikasi dengan pihak internal dan eksternal dilakukan secara
simultan dan intens sehingga saat ini akselerasi pembangunan Kereta Cepat
Jakarta-Bandung bisa terus berjalan” ungkap Mirza.***

 

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah