Dibiayai CSR, Ruas Jalan Cisomang-Cipada Kabupaten Bandung Barat Menjadi Mulus

- 4 Juni 2021, 18:57 WIB
Serah terima Jalan Cisomang-Cisarua yang didanai dari CSR PT KCIC, Jumat (4/6/2021).
Serah terima Jalan Cisomang-Cisarua yang didanai dari CSR PT KCIC, Jumat (4/6/2021). /Dicky Mawardi/Galajabar/

GALAJABAR -  Jalan sepanjang kurang lebih 27 kilometer (km) membentang dari Cisomang, Kecamatan Cikalongwetan hingga Cipada, Kecamatan Cisarua yang pembangunannya dimulai Desember 2020 telah selesai diperbaiki.

Sebelumnya, jalan alternatif dari Cikalongwetan menuju Lembang ini, kondiisnya rusak parah dipenuhi lubang dan berbatu, kini lebih mulus sehingga mempercepat waktu tempuh.

Perbaikan jalan ini dibiayai  program CSR dari Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Seiring dengan selesainya perbaikan selanjutnya  diserahterimakan ke Pemkab Bandung Barat, Jumat  4 Mei 2021.

Baca Juga: Peternak di Cimahi Tak Perlu Pusing, Jika Hewan Ternaknya Sakit Tinggal Kontak Dispangtan

"Program CSR ini sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat Bandung Barat,  khususnya yang tinggal di sekitar area proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung,"  kata Direktur Human Resources LA & Asset PT KCIC, Chandra Dwi Putra.

Menurutnya, ketika TOD KCJB di Walini terbangun, maka akses jalan  dari Cikalongwetan ke Cisarua ini  bisa menjadi akses warga Jakarta ke objek wisata di  Lembang tanpa harus ke Kota Bandung dulu.

"Harapannya, ketika aksesibilitas kawasan baik maka dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.Perbaikan jalan ini untuk kebaikan bersama, karena kita semua harus saling support,' ujarnya.

Baca Juga: Resmi Gabung Persikota Tangerang, Fans Ingatkan Gading Marten untuk Tidak Ganti Nama dan Pindahkan Klub

Ia berharap akhir tahun depan KCJB Bandung bisa beroperasi dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Bandung Barat.

Peningkatan kualitas jalan  ini mencakup tiga ruas jalan yang ada di 3 kecamatan dan 9 desa dari mulai Kecamatan Cikalongwetan hingga Kecamatan Cisarua. Yakni ruas Cisomang Barat-Kantor Desa Ganjar Sari sepanjang 6 km; kemudian ruas Ciawitali-Cipada sepanjang 7,75 km; dan terakhir ruas Cipada-SPN Lembang sepanjang 12,6 km.

Di tempat yang sama, Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan, manakala infrastruktur memadai, maka kegiatan bisnis dan ekonomi masyarakat lainnya dapat berkembang. 

Baca Juga: HRS Dituntut 6 Tahun Penjara di Kasus RS Ummi, Refly Harun : JPU Mengandangkan HRS dengan Pasal Basi

"Tidak dapat kita pungkiri,  peran swasta dalam pembangunan daerah dinilai cukup penting. Melalui semangat gotong royong, swasta, pemerintah, kepada desa, bupati, kepala dinas, dan masyarakat, maka pembangunan akan pesat," kata Hengki.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Bandung Barat mendorong pihak swasta memaksimalkan CSR untuk pembangunan.

Mengingat selama Covid-19  pendapatan asli daeeah (PAD)  Kabupaten Bandung Barat  turun 60%, sehingga sulit melaksanakan pembangunan sesuai harapan msyarakat.

Baca Juga: Lagi-lagi Nagita Slavina Buat Netizen Terkejut dengan Harga Kaos Putihnya, Ternyata Harganya Segini

"Tentunya ikhtiar ini menjadi jalan kebaikan kita semua dan bisa membawa keberkahan bagi Bandung Barat. Tentunya membangkitkan ekonomi masyarakat," tuturnya.***

 

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah