Puluhan Besi Bekisting Proyek KCJB di Ngamprah Berjatuhan, Mirza: Tidak Ada Korban Jiwa

- 13 November 2021, 18:58 WIB
 Ilustrasi besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
Ilustrasi besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung /Hans/Pixabay

GALAJABAR - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan puluhan besi bekisting untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang jatuh di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB)  tidak memakan korban jiwa.

Pasalnya, lokasi jatuhnya besi bekisting terjadi di area hunian warga, melainkan di area konstruksi yang tertutup untuk umum.

“Betul ada besi bekisting yang jatuh di Ngamprah,  namun besi tersebut jatuh di area konstruksi yang tertutup sehingga tidak ada warga yang terluka,” ungkap GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya dalam rilis yang diterima galajabar, Sabtu 13 November 2021.

Baca Juga: Guntur Romli Heran Anies Selalu di Luar Tiap Jakarta Dikepung Banjir: Pekan Ini Kondangan ke Surabaya
 
Mirza menyebut, saat ini, besi bekisting tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kontraktor dan area sudah dibersihkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan normal.

“Sekarang besi-besi tersebut sudah dibersihkan oleh pihak kontraktor jadi pekerjaan konstruksi sudah normal kembali,” paparnya.
 
Terkait penyebab jatuhnya besi bekisting tersebut, Mirza mengaku belum mendapatkan bukti adanya pelanggaran prosedur.

Baca Juga: Punya Darah Indonesia, Para Pemain Keturunan ini Harus Tetap Lewati Proses Naturalisasi untuk Bisa Perkuat Tim

Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara detail.

“Penyebabnya masih belum bisa Kami sebutkan karena saat ini kontraktor masih melakukan investigasi mendalam apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak,” akunya.

 Mirza pun menambahkan bahwa apapun penyebab jatuhnya besi bekisting tersebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi di semua area agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Relawan Jokowi Desak Presiden Reshuffle hingga Hukum Mati Menteri yang Diduga Terlibat Bisnis PCR

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah