Pertama Di Asia Tenggara, Jawa Barat Miliki Galeri Arsip Covid 19

- 21 Desember 2023, 17:48 WIB
GALAJABAR - Penjabat atau Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meresmikan Galeri Arsip COVID -19 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (20/12/2023).  Bey Machmudin mengatakan bahwa Galeri Arsip COVID- 19 menjadi pengingat sekaligus pembelajaran
GALAJABAR - Penjabat atau Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meresmikan Galeri Arsip COVID -19 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (20/12/2023). Bey Machmudin mengatakan bahwa Galeri Arsip COVID- 19 menjadi pengingat sekaligus pembelajaran /Humas Pemprov Jabar/

GALAJABAR - Penjabat atau Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meresmikan Galeri Arsip COVID -19 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (20/12/2023).

Bey Machmudin mengatakan bahwa Galeri Arsip COVID- 19 menjadi pengingat sekaligus pembelajaran bagaimana suatu pandemi yang melanda hampir seluruh dunia dapat ditangani di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, bahkan ketika kasus baru kembali muncul belakangan. 

Karena itu, kata Bey, galeri seolah menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar namun tetap waspada menghindari penularan.

Dengan diresmikannya Galeri Arsip COVID-19, Bey berharap ini bisa memberikan pembelajaran  bahwa saat ini tingkat bed occupation rate (BOR) rumah sakit masih aman, Positivity rate masih aman, maka dengan galeri menunjukkan bagaimana semangat keberhasilan kita melawan gelombang COVID-19.

Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2024, Bey Machmudin Berpesan Jabar Aman dan Kondusif

"Kita semua tahu caranya yakni menjalankan protokol kesehatan, dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat), lalu bagi yang sakit menggunakan masker," tambahnya. 

Bey Machmudin pun sempat mengenang bagaimana saat awal pandemi COVID-19 muncul, yang mana tidak ada satupun negara yang tidak kebingungan karena tidak ada yang pernah menghadapi virus ini sebelumnya.

Lebih lanjut Beymengatakan bahwa sempat juga terjadi perdebatan apakah Indonesia akan lockdown atau tidak, karena beberapa negara maju melakukan lockdown tapi Indonesia tidak.

"Di sinilah pentingnya dokumentasi seperti itu. Mungkin kalau ada perbedaan dengan negara lain yang lockdown nanti ada jawabannya. Bahwa masih banyak penduduk kita hidup dari penghasilan harian, jadi bayangkan kalau harus lockdown bagaimana mereka hidup, akan berdampak pada APBN kita yang tidak kuat menampung," ucap Bey.

Halaman:

Editor: Lina Lutan

Sumber: jabar.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah