Pemuda Indonesia Makin Ogah Menikah, Apa Sih Sebabnya?

- 7 Maret 2024, 13:53 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi. /Pixabay/StockSnap

Menurut Laporan BPS tahun 2021, persentase data pendidikan yang signifikan antara lelaki dan perempuan. Perempuan 15 tahun ke atas bahkan memiliki ijazah perguruan tinggi lebih banyak dibanding lelaki.

Sekira 10,06 persen perempuan telah menamatkan di jenjang perguruan tinggi, sedangkan lelaki 9,28 persen. Terbukanya akses pendidikan bagi perempuan membuat mereka bisa meraih status sosial dan ekonomi yang mampu memberikan kuasa atas hidupnya. Orientasi perempuan pada pendidikan tak jarang membuat mereka menganggap pernikahan bukan prioritas hidup, sehingga mereka berani memutuskan untuk menunda atau tidak menikah.

Berdasarkan studi, melanjutkan karier merupakan salah satu alasan perempuan untuk menunda menikah. Hal itu lantaran perempuan merasa lebih leluasa mengejar karier tanpa ada beban dan tanggung jawab dalam ikatan pernikahan. Lebih memilih meniti karier dan menunda pernikahan bisa termasuk dalam upaya perempuan menyiapkan kesiapan sosial ekonomi mereka sebelum memasuki pernikahan nantinya.

4. Trauma masa lalu, KDRT dan perceraian

Studi menunjukkan, kekecewaan terhadap suatu hubungan pernikahan juga bisa menjadi alasan perempuan dewasa menunda menikah. Misalnya, mereka lahir dan besar dari keluarga yang tidak harmonis atau lingkungan sosial yang hanya memperlihatkan sisi buruk pernikahan.

Musahwi bilang, selain kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, kasus perceraian juga mendorong kekhawatiran perempuan untuk menikah. Dengan memilih untuk menunda menikah, banyak perempuan yang merasa bisa lebih mengembangkan kualitas diri dan menyiapkan kemandirian diri secara emosional dan finansial. Itulah alasan mengapa angka pernikahan di Indonesia semakin turun. Dalam dasawarsa terakhir, tahun 2023 menjadi tahun dengan angka pernikahan paling rendah.***

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah