Hindari Pengisian Daya Polsel di Fasilitas Publik, FBI Peringatkan Ini

- 16 April 2023, 19:04 WIB
Ilustrasi pengisian daya ponsel.
Ilustrasi pengisian daya ponsel. /C10MAJ/Pixabay

 

GALAJABAR - Masyarakat diminta untuk tidak menggunakan stasiun pengisian daya umum. Alasannya penipu dapat menginfeksi mesin-mesin tersebut dengan malware dan mencuri data mereka.

Dalam peringatan yang baru dirilis, seperti dilansirkan Antara, pejabat FBI meminta pelanggan untuk menghindari menggunakan port pengisian USB umum di bandara, pusat perbelanjaan, dan hotel. FBI mengingatkan, peretas bisa menggunakan kesempatan itu untuk mengakses ponsel atau tablet seseorang.

"Pelaku jahat telah menemukan cara untuk menggunakan port USB umum untuk memasukkan malware dan perangkat lunak pemantauan ke perangkat," kata kantor FBI Denver di Twitter baru-baru ini.

Baca Juga: Polres Garut Ujicoba One Way di Jalur Mudik Lebaran 2023, Ini Hasilnya

Praktik yang dikenal sebagai juice jacking pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011, setelah para peneliti membuat stasiun pengisian untuk menunjukkan potensi peretasan di kios-kios tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Washington Post.

FBI dan Federal Communications Commission (FCC) merilis peringatan serupa dengan istilah tersebut pada tahun 2021.

Pejabat FBI mengatakan kepada Axios, pengumuman tersebut adalah bagian dari pengingat rutin mengenai masalah ini. Belum jelas seberapa umum juice jacking terjadi, dengan sedikit laporan taktik pencurian malware tersebut secara publik.

Baca Juga: Lokasi Rawan Macet Mudik Lebaran 2023 di Banten, Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim

Namun, para ahli telah memperingatkan bahwa akses penuh ke ponsel seseorang melalui juice jacking bisa berarti peretas memiliki akses ke data pribadi, termasuk informasi kartu kredit.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah