Ucapan Doa Idul Fitri yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW, Jangan Sampai Salah Ya

- 20 April 2023, 18:40 WIB
Ilustrasi - Ucapan Doa Idul Fitri yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW, Jangan Sampai Salah Ya.
Ilustrasi - Ucapan Doa Idul Fitri yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW, Jangan Sampai Salah Ya. /Pexels.com/@Yusuf Miah

GALAJABAR - Idul Fitri atau lebaran tak lepas dari ucapan doa yang disampaikan oleh sesama umat Islam. Tapi, tahukah Anda seperti apa ucapan doa Idul Fitri yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW?

Umat Islam di Indonesia bakal segera merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah atau lebaran 2023. Muhammadiyah sudah menetapkan 1 syawal 1444 H pada Jumat, 21 April 2023.

Sedangkan pemerintah dan sejumlah ormas Islam lain seperti NU dan Persis, kemungkinan menetapkan 1 syawal 1444 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

Baca Juga: Contoh Teks KHUTBAH IDUL FITRI 1444 H: Meminta Maaf kepada Orang Tua

Baca Juga: One Way Tol Cipali-Kalikangkung Semarang Diperpanjang hingga 20 April 2023 Dini Hari

Di Indonesia, biasanya, Hari Raya Idul Fitri ini identik dengan ucapan Minal Aidin Wal Faizin. Ucapan ini sudah sangat melekat di masyarakat Indonesia sejak masa yang lama.

Sebenarnya, ucapan Minal Aidin Wal Faizin ini bukanlah doa ucapan selamat idul fitri yang tepat. Masih ada doa Hari Raya Idul Fitri yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Salafus Salih

Ucapan Minal Aidin Wal Faidzin bukanlah bermakna mohon maaf lahir dan batin. Kata Min artinya 'termasuk', Al-aidin artinya 'orang-orang yang kembali', Wal Artinya 'dan', serta Al-faizin Artinya 'menang'.

Jika dimaknai secara harfiah, kalimat Minal Aidin wal Faizin dalam bahasa Indonesia menjadi Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang.

Menurut seorang ulama, ucapan minal aidin wal faizin ini tidak berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya atau Salafus Salih.

Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.

Baca Juga: Arti Kata Ketupat dan Lebaran yang Jarang Diketahui

Tidak dimengerti

Sumber lain menyebutkan, pada zaman khilafiah rasyidin, ucapan Minal Aidin wal faizin, digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal perang badar.

Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi 'Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang (dalam setiap Perjuangan Islam)'.

Ucapan minal aidin wal faizin tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab. Kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata perkatanya saja.

Di dalam hadits juga tidak dijelaskan secara spesifik mengenai ucapan ini. Yang ada, malah ucapan kalimat yang bisa digunakan saat di Hari Raya Idul Fitri yang sering dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri adalah Taqabbalallahu minna waminkum.

Baca Juga: NASKAH Khutbah IDUL FITRI 1444 Hijriah Tinggal Print: Puasa Ular Vs Ulat

Doa dari Nabi

Menurut riwayat, ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang yang dekat dengan zaman nabi dengan kata-kata Shiyamana wa Shiyamakum.

Sehingga, bila digabungkan kedua kalimat itu, makan akan bermakna 'Semoga Allah SWT menerima amalan puasa saya dan kamu'. Jika ingin menyampaikan pernohonan maaf lahir batin, bisa menggunakan doa berikut ini.

"As-alukal afwan zahiran wa bathina atau Kullu aam wa antum bikhair." Artinya: Semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik.

Adapun salah satu doa yang biasa diucapkan saat kita mengucapkan selamat idul fitri kepada orang lain adalah Taqabbalallahu minna wa minkum dan ada yang menjawabnya dengan minna waminkum taqabbal ya kariim.

Baca Juga: Kesbangpol Jabar Berkomitken Kuat Menjaga Tolerasi Antar Umat Beragama

Doa ini memiliki arti dan harapan agar amal ibadah kita bisa diterima oleh Allah SWT. Mengucapkan selamat idul fitri dan kemudian membaca doa di atas merupakan tradisi yang dicontohkan oleh sahabat Nabi.'

Seperti yang tertuang di dalam kita Fathul Bari Juz II Halaman 446 sebagai berikut:

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Ibnu Hajar Al Asqalani (pengarang kitab Fathul Bari) berkata, “Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia (Jubair bin Nufair) berkata: “Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “Taqabbalallahu minnaa wa minka".

Jadi, hal in merupakan kebiasaan baik, mendoakan sesama muslim. Doa sendiri adalah ibadah dan hal yang disukai oleh Allah. Wallahualam bissawab. Semoga bermanfaat.***

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah