Bruce Willis Pensiun dari Dunia Akting Karena Afasia, Kok Bisa? Ini Penjelasan dan Profil Singkat Sang Aktor

- 31 Maret 2022, 08:50 WIB
Aktor Bruce Willis.
Aktor Bruce Willis. /Tangkap layar YouTube.com/Movieclips Trailers


GALAJABAR - Siapa tak kenal dengan aktor kawakan Bruce Willis. Peran yang dia bawakan dalam filmnya selalu memukau. Ternyata, bintang pahlawan aksi di film "Die Hard" ini akan pensiun dari dunia akting.

Ini disebabkan karena ia menderita penyakit yang mempengaruhi kemampuan kognitifnya.
Sebuah unggahan di akun Instagram yang ditandatangani oleh keluarganya mengatakan Willis telah menunjukkan gejala afasia, yaitu gangguan bahasa yang merampas kemampuan seseorang untuk berkomunikasi.

"Bruce telah mengalami beberapa masalah kesehatan dan baru-baru ini didiagnosis menderita afasia, yang mempengaruhi kemampuan kognitifnya. Sebagai resposn dari hasil diagnosis ini dan dengan banyak pertimbangan, Bruce menjauh dari karier yang sangat berarti baginya," tulis unggahan tersebut.

Baca Juga: Menuju Smart City di Daerah, Ini Tahapan yang Harus Dilakukan Versi Lintasarta: Solusi Percepatan Digitalisasi

Dikutip dari AFP, Kamis, 31 Maret 2022, unggahan Instagram itu ditandatangani oleh sang istri Emma Heming Willis, mantan istrinya Demi Moore, serta anak-anaknya Rumer, Scout, Tallulah, Mabel, dan Evelyn.

Keluarga Willis mengatakan kondisi kesehatan dan keputusan pensiun itu harus dihadapi keluarga mereka. Keluarga juga mengatakan pihaknya turut menghargai dukungan yang telah diberikan oleh para penggemar aktor veteran itu.

"...Kami tahu betapa berartinya dia (Willis) bagi penggemar, seperti yang penggemar lakukan padanya. Seperti yang selalu dikatakan Bruce, 'Live it up' dan bersama-sama kami berencana untuk melakukan hal itu," kata keluarga Willis.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sampaikan LKPJ TA 2021 ke DPRD Jabar, PAD Lebihi Target, Belanja Daerah Terrealisasi 95,03 Persen

Sebagai informasi, penyakit afasia biasanya disebabkan oleh stroke atau cedera kepala, meskipun dalam kasus yang lebih jarang dapat terjadi secara bertahap dan progresif.

Kondisi tersebut mempengaruhi kemampuan seseorang tidak hanya berbicara dan memahami komunikasi verbal, tetapi juga membaca dan menulis.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah