Kerusuhan di Kazakhstan: Banyak Spekulasi, Mulai dari Perebutan Kekuasaan, Terorisme, Hingga Manuver Rusia?

- 11 Januari 2022, 09:29 WIB
Protes yang saat ini terjadi di Kazakhstan
Protes yang saat ini terjadi di Kazakhstan /Pixabay/Tama66


GALAJABAR - Sedikitnya 164 orang tewas pada kerusuhan di Kazakhstan belakangan ini. Pemerintah Kazakhstan menyebut kerusuhan terjadi karena upaya perebutan kekuasaan yang didalangi anasir asing dan terorisme internasional.

Media massa Barat menyebut kerusuhan itu justru menjadi indikasi adanya pertarungan kekuasaan dalam elite penguasa Kazakhstan. Namun, Rusia yang berbatasan dengan Kazakhstan mengamini ada klaim upaya perebutan kekuasaan yang didalangi anasir asing dan terorisme internasional.

Di balik semua itu, sejumlah pemerintah negara Barat khawatir apa yang terjadi di Kazakhstan menjadi jalan bagi Rusia guna mengulangi manuver 2014 ketika Krimea di Ukraina dianeksasi dengan alasan melindungi minoritas etnis Rusia di Krimea.

Baca Juga: Torino Bantai Habis Fiorentina dengan Skor 4-0, Laga Serie A Setelah Karantina

Minoritas terbesar di Kazakhstan adalah etnis Rusia yang mencapai 19 persen dari total penduduk negeri itu. Umumnya berada di Kazakhstan utara.

Sama dengan Krimea yang menjadi tempat pangkalan Armada Laut Hitam Rusia, Kazakhstan juga sangat strategis bagi Rusia, salah satunya pusat peluncuran pesawat antariksa, Kosmodrom Baikonur.

Tak ada yang tahu persis apa yang terjadi, namun sejumlah kalangan berusaha menganalisis dengan lebih netral.

Di antara yang melakukan ini adalah Yevgeniy Zhovti, direktur Kazakhstan International Bureau for Human Rights, yang adalah tokoh HAM terkemuka di Asia Tengah.

Baca Juga: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang: Prakiraan Cuaca Wilayah Jawa Barat Selasa 11 Januari 2022

Kepada Open Democracy, Zhovti mengatakan, kerusuhan yang terjadi di negara penghasil uranium terbesar di dunia itu bermula dari protes atas kenaikan harga LPG di Kota Zhanaozen di bagian barat negara itu pada 2 Januari, setelah pemerintah mencabut subsidi.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah