Cimahi Krisis Lahan Pemakaman Khusus Covid-19, Kini Tinggal Menyisakan 89 Lubang

- 2 Juli 2021, 21:01 WIB
Pemakaman khusus Covid-19 di Lebaksaat  Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara mulai penuh.
Pemakaman khusus Covid-19 di Lebaksaat Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara mulai penuh. /Laksmi Sri Sundari/Galajabar/

GALAJABAR - Lahan pemakaman khusus Covid-19 di Kota Cimahi tinggal menyisakan 89 lubang. Jumlahnya kian menyusut, seiring terus meningkatnya kasus kematian akibat Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, total sudah ada 319 jenazah yang sudah dikebumikan menggunakan protokol pemakaman Covid-19 yang tersebar di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Seperti di TPU Muslim Cipageran, TPU Leuwigajah, dan TPU Lebaksaat. Lahan pemakaman tersisa berada di TPU Lebaksaat Blok C Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Baca Juga: Terapkan PPKM Darurat, Pemkab Bandung Barat Hitung Kebutuhan Anggaran

"Sisa makamnya tinggal 89 lagi. Kalau sehari ada 5, mungkin 10-14 hari sudah habis. Memang mulai krisis lahan pemakaman," ungkap Kepala DPKP Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana di Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jumat  2 Juni 2021.

Diakuinya, aktivitas pemulasaraan jenazah warga yang terkena virus korona meningkat seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Cimahi. Bahkan beberapa hari lalu, kata Nur, ada 14 jenazah yang dimakamkan dalam satu hari.

Akibat lahan pemakaman semakin kritis, pihaknya pun kini hanya menerima jenazah yang memiliki KTP Kota Cimahi. Sementara warga luar, meskipun tinggal di Cimahi terpaksa akan ditolak.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Izinkan Mall Tetap Buka Saat PPKM Darurat, Abdillah Toha: Bagaimana ini Anak Presiden Kita?

"Banyak yang minta untuk dimakamkan di Cimahi, tapi bukan KTP Cimah, kami tolak. Pemakaman sudah sangat terbatas," tegas Nur.

Selain krisis lahan pemakaman, beber Nur, lahan makam di TPU Lebaksaat Blok C juga terancam longsor. Sebab, belum dibuatkan Tembok Penahan Tanah (TPT). Pihaknya mengusulkan agar segera mungkin dibangun penahan.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah