Fahri Hamzah Minta Menteri Sosial Tak Sia-siakan Waktu, Rizal Ramli: Mbak Risma, Jangan Lebay

- 8 Januari 2021, 13:24 WIB
Mensos Tri Rismaharini
Mensos Tri Rismaharini /Instagram/tri.rismaharini



GALA JABAR - Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma ke sejumlah titik di DKI Jakarta hingga saat ini masih jadi perbincangan publik.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli turun berkomentar mengenai aksi Risma di awal jabatannya sebagai Menteri Sosial.

Ekonom sekaligus politisi ini merespons salah satu unggahan berita sebuah media online berjudul “Drama Menyedihkan Risma” di akun Twitter pribadinya.

“Mbak Risma,, sudaahlah. Jangan terlalu lebay. Rakyat sudah muak dengan gaya2 'Pemimpin Sandiwara' yg lebay,, yg hanya pura2 merakyat, tapi kebijakannya tidak pro-rakyat. Satukan hati, pikiran dan tindakan utk rakyat.,” cuit pria yang akrab disapa RR ini, Jumat 8 Januari 2021.

Sebelumnya politisi senior Fahri Hamzah pun meminta agar ada yang mengingatkan Risma. Soalnya apa yang dilakukan Risma tidak sesuai dengan jabatannya saat ini.

Baca Juga: Kasus Virus Corona Cetak Rekor, Megawati Soekarnoputri: Itu Salah Pemerintah? Enak Saja!

"Staf-nya bu Risma harus kasi tau beliau beda jadi walikota dan Menteri," kata mantan Wakil Ketua DPR RI ini dalam cuitan di akun twitter pribadinya @fahrihamzah.

Wakil Ketum Partai Gelora itu menjelaskan, beda cara kerja antara sekarang yang diamanatkan ke Risma, dengan saat sebelumnya ia dipilih oleh rakyat Surabaya sebagai Wali Kota.

Ia menyarankan Risma untuk bekerja membenahi sektor yang menjadi kewenangannya, di Kementerian Sosial.

Apalagi sebagai menteri, yang wilayah kerjanya menyangkut seluruh negeri.

"Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri Tidak dipilih tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Walikota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota #MenSOS," lanjut Fahri.

Baca Juga: Oded M Danial Positif Covid-19, Daftar Kepala Daerah Terpapar Virus Corona Kian Panjang

Ia pun menyatakan kemiskinan itu bukan di Jakarta tapi di daerah terpencil sana.

"Itu rakyat bunuh diri, bunuh keluarga, ada ibu bunuh 3 anaknya karena mlarat. Tapi para penjilat dalam birokrasi ini jahat.  Tega amat sih. Ayolah mulai dari data," katanya.

 "Gini deh, Kalian sampaikan ke bu Mentri, krisis ini akan panjang. Karena ketimpangan, kemungkinan di daerah terpencil akan makin sulit."

"Tapi, orang desa gak ribut. Memang yg bahaya orang miskin kota, ada politik ada kelas menengah yg advokasi. Tapi kerja pakai data," lanjutnya.

Baca Juga: Bahas Kehalalan Vaksin Sinovac, MUI Gelar Sidang Hari Ini

"Kita doakan siapapun yg memberi hatinya kepada rakyat jadi pemimpin di negeri ini. Tapi tolong juga pakai ilmu. Kerja pakai konsep dan jangan tiba masa tiba akal, sibuk dianggap sukses dan citra dianggap kinerja."

"Situasi sulit, uang makin sedikit tolong jgn sia2kan waktu. Tks," katanya.***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah