Sebut Pejabat yang Mengelola BUMN Tidak Berakhlak, Said Didu: Ingat BUMN Milik Negara, Bukan Milik Nenek Lho!

- 6 Agustus 2021, 21:00 WIB
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu /Tangkap layar YouTube MSD



GALAJABAR - Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu belum lama ini menanggapi perihal pengangkatan eks koruptor Izedrik Emir Moeis.

Diketahui eks koruptor Izedrik Emir Moeis, menjadi komisaris di salah satu anak perusahaan BUMN.

Said Didu yang merupakan mantan Sekretaris BUMN nampak geram sekaligus mengungkapkan amarahnya terhadap para pejabat yang mengelola BUMN sekarang ini.

Baca Juga: KPK Tolak Rekomendasi Ombudsman RI, Ketua WP KPK: Harusnya KPK Berterima Kasih!

Bahkan, melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu, dirinya lantas menyebut pengelola BUMN kini malah semakin tidak berakhlak dalam mengelola perusahaan-perusahaan BUMN.

"Mhn maaf kasar. Kalian makin tdk berakhlak dlm mengelola BUMN.," kata Said Didu dilansir Galamedia dari akun Twitter @msaid_didu pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Tak berhenti disitu, Said Didu juga membeberkan sejumlah ornag yang kini bergelut dalam perusahaan BUMN.

Baca Juga: Soal Pengecatan Pesawat, Refly Harun: Wajar Ngabalin Begitu, Warna Merah Mungkin PDIP

Daid Didu menilai bahwa sekarang ini sejumlah orang yang bukan ahli di bidangnya malah diangkat menjadi komisaris di perusahaan BUMN.

Beberapa yang telah diangkat menjadi komisaris di antaranya adalah gitaris Abdee Slank, rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro, hingga kini eks koruptor Emir Moeis.

"Mantan koruptor, gitaris, rektor yg langgar aturan, timses yg tdk jelas kompetensi kalian angkat jadi komisaris BUMN.," ucapnya.

Dengan demikian, Said Didu lantas menyebut bahwa kini BUMN semakin lama semakin merugi.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Turki Masuk Hari ke-9, Sirine Menggelegar Saat Evakuasi Pembangkit Listrik Berbahan Batu Bara

Dalam unggahannya, Said Didu juga mengingatkan bahwa BUMN merupakan milik negara dan bukan milik perorangan.

"BUMN kalian bikin rugi. Ingat BUMN adalah Milik NEGARA - bukan milik NENEK lho.," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mantan anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Izedrik Emir Moeis dikabarkan telah diangkat sebagai sebagai komisaris di salah satu anak perusahaan BUMN, yakni PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Baca Juga: Tokyo Revengers Episode 18: Katuzora Tolak Usulan Draken, Toman dan Valhalla Tetap Perang

Berdasarkan keterangan yang dilansir dari laman PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Emir Moeis ditunjuk oleh pemegang saham sebagai komisaris sejak 18 Februari 2021 lalu.

Penunjukkan Emir Moeis sebagai Komisaris di perusahaan tersebut sontak menuai kritik dari banyak pihak lantaran ia merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

Emir Moeis diketahui merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dalam Tender Pembangunan PLTU Tarahan. Dia diduga menerima hadiah atau janji berupa uang dari Konsorsium Alstom Power Inc.***

Editor: Noval Anwari Faiz


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah