Kunjungi Korban Gempa Cianjur yang Berlebaran di Tenda, Kang Dedi Temukan Masjid Buatan Crazy Rich Grobogan

- 20 April 2023, 07:49 WIB
Kang Dedi Mulyadi saat berbincang dengan warga korban gempa di Cianjur Jawa Barat
Kang Dedi Mulyadi saat berbincang dengan warga korban gempa di Cianjur Jawa Barat /Dedi Mulyadi



GALAJABAR – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2023, Kang Dedi Mulyadi kembali mengunjungi para korban gempa Cianjur yang masih tinggal di pengungsian. Banyak dari mereka yang tahun ini terpaksa berlebaran di bawah lindungan tenda plastik.

Kemarin Kang Dedi berkunjung ke salah satu titik korban gempa di Kampung Panumbangan, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang. Setibanya di sana ia melihat banyak pengungsi yang berada di dalam Masjid Jami Bahrul Huda untuk beribadah dan sekedar mencari udara segar karena merasa pengap di dalam tenda.

Rupanya masjid tersebut hasil sumbangan dari sejumlah pihak salah satu yang paling besar berasal dari Joko Suranto yang belakangan dikenal dengan sebutan crazy rich Grobogan. Sebelumnya Joko viral karena membangun jalan di kampung halamannya.

Baca Juga: Hebat! Tanpa Baliho dan Spanduk, Dedi Mulyadi Jadi Penantang Berat Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2024

“Alhamdulillah kami berterima kasih sekai sekarang masjid sudah bisa digunakan. Setiap hari ada kegiatan pengajian, Salat Tarawih, sampai kuliah subuh,” ucap Ketua DKM Masjid Jami Bahrul Huda Mumu Sofiullah.

Di tengah kunjungan Kang Dedi bertemu dengan salah seorang pengungsi bernama Ade. Ade saat ini masih tinggall di tenda plastik pengungsian karena belum mendapatkan bantuan yang dijanjikan pemerintah.

Ade mengaku, dari pendataan ia termasuk penerima bantuan korban dengan kondisi rusak berat atau senilai Rp 60 juta. Namun ia belum mendapatkan rekening sehingga rumahnya belum bisa dibangun kembali.

“Sudah hampir lima-enam bulan dari kejadian tinggal di hunian sementara ini. Ya, kondisinya seperti ini panas kalau siang dan dingin kalau malam karena terbuat dari terpal plastik,” ucap Ade.

Selama tinggal di pengungsian Ade dan warga lain hanya bisa mengandalkan bantuan dari para donatur. Ade yang semula seorang penulis kini tak lagi bisa bekerja karena laptop yang biasa digunakan hancur tertimpa reruntuhan.

“Istri dan anak saya ungsikan dulu karena cuaca ekstreme. Dulu saya penulis tapi laptopnya hancur, jadi sekarang ikut serabutan aja bantu bersihin rumah, kuli bangunan, apa saja,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan yang diungkapkan oleh pengungsi lain Ujang Nurdin. Menurutnya masih banyak yang tidak sesuai antara bantuan yang diberikan dengan kondisi penerima di lapangan.

Baca Juga: Perlancar Arus Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gandeng GP Ansor dirikan 603 Posko

“Banyak yang tidak sesuai, saya rusak berat roboh tapi terdatanya rusak ringan. Uang (bantuan) sudah masuk ke rekening tapi tidak dulu digunakan karena sekarang sedang diajukan ke rusak berat,” ucap Ujang.

Di tenda pengungsian Kang Dedi juga bertemu seorang ibu yang sedang tinggal sendirian. Ia baru saja ditinggal mudik oleh anak-anaknya ke Bandung.

“Sekarang mah buka-sahur sendiri di sini, lebaran juga di sini. Tapi nanti lebaran anak-anak pada datang lebaran di tenda, di sini,” katanya.

Sementara itu Kang Dedi berharap bantuan bisa segera dicairkan agar warga tak perlu lagi menempati tempat pengungsian. Sehingga warga bisa kembali hidup normal.

“Di dalam tenda kalau siang panas sekali karena dari plastik. Uang (bantuan) sudah turun tapi belum bisa dicairkan karena mungkin perlu waktu. Ini kalau siang panas banget makanya lebih nyaman warga tidur di masjid. Mudah-mudahan uang segera turun bisa dicairkan agar masyarakat bisa kembali normal bekerja,” pungkas Kang Dedi Mulyadi.***

Editor: Ryan Pratama


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah