Bantah Musni Umar Soal Makna Ketuhanan, Ferdinand Hutahaean: Sebetulnya Tak Tega Bilang Pendapat Bapak Bodoh

- 1 Maret 2021, 10:26 WIB
Sejumlah produk minuman keras ( miras)
Sejumlah produk minuman keras ( miras) /Pikiran Rakyat/


GALAJABAR - Ferdinand Hutahaean kembali bersilang pendapat dengan Rektor Ibnu Chaldun, Musni Umar.

Masih terkait polemik investasi industri miras, kali ini Ferdinand tidak sepakat dengan Musni Umar soal makna sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan yang Maha Esa.

Sebelumnya, Musni Umar mengatakan bahwa Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan Pasal 29 UUD 1945.

Konsekuensi dari itu, Kata Musni, maka tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan sila ketuhanan Yang Maha Esa tersebut.

https://twitter.com/musniumar/status/1366000927346286594?s=19

Baca Juga: 4 Kewajiaban Anak Laki-Laki Dalam Islam yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

"Negara kita berdasar atas 'Ketuhanan Yang Mahas Esa' (Pasal 29 UUD45). Konsekuensinya tidak boleh ada UU atau Peraturan yang bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa seperti Larangan Jilbab di Sekolah dan investasi miras," tulisnya seperti dikutip Galajabar dari akun Twitternya @musniumar, Senin, 1 Maret 2021.

Tidak sependapat dengan itu, Ferdinand Hutahaean yang selama ini dikenal aktif memberikan pendapat di media sosial dengan tegas membantah pernyataan Musni Umar tersebut.

https://twitter.com/FerdinandHaean3/status/1366020619603570688?s=19

"Maaf Pak Murni, saya sebetulnya tak tega bilang pendapat bapak ini bodoh," tulis Ferdinand di Twitternya @Ferdinandhaean3, Senin, 1 Maret 2021.

Halaman:

Editor: Digdo Moedji


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x