Gak Hanya Diabetes, Ini 7 Penyakit Jika Konsumsi Gula Berlebihan!

- 7 Oktober 2021, 22:14 WIB
cupcake
cupcake /pixabay.com/RitaE/

GALAJABAR - Kebanyakan orang cenderung lebih sering memilih mengonsumsi makanan dengan rasa yang disukai. Beberapa orang hanya menyukai makanan manis, sedangkan makanan asin, pedas, dan asam lebih sering dihindari atau menjadi favorit sebagian orang saja.

Makanan manis lebih disukai karena memang menyenangkan di lidah. Beragam makanan dan minuman manis seperti es krim, coklat, cake, puding menjadi favorit banyak orang.

Rasa manis pada makanan atau minuman tentu saja berasal dari gula. Gula ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi gula adalah sumber energi, tetapi di satu sisi ia adalah sumber penyakit, jika mengonsumsinya tidak terkendali.

Baca Juga: Viral Kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa', Polres Luwu Timur Beri Klarifikasi atas Dugaan Hentikan Proses Hukum

Gula adalah karbohidrat alami di banyak makanan. Tubuh sebagian besar menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi. Ada berbagai jenis gula dibedakan dari struktur molekulnya.

Monosakarida hanya terdiri dari satu molekul gula, menjadikannya bentuk gula yang paling sederhana. Contohnya adalah glukosa, galaktosa pada susu, dan fruktosa yaitu gula pada buah-buahan.

Disakarida atau polisakarida adalah gula dengan dua atau lebih molekul. Contohnya adalah sukrosa, yang merupakan bentuk umum dari gula meja, kemudian laktosa, yang merupakan jenis gula lain dalam susu, dan produk susu dan pati atau tepung.

Baca Juga: Ramai Tagar #TernyataPartaiKorupsi di Twitter, Ali Syarief Singgung PSI: Masih Balita Sudah Nakal Ya

Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang memasuki aliran darah dan bertindak sebagai sumber energi. Beberapa gula, seperti glukosa, fruktosa, dan laktosa, ada secara alami dalam makanan dan minuman.

Ada istilah gula tambahan yang mengacu pada gula apa pun dalam makanan yang tidak terjadi secara alami, seperti gula dalam makanan yang sengaja ditambahkan. Makanan atau minuman mungkin juga mengandung gula yang diproses tinggi, seperti sirup jagung fruktosa tinggi.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah