Tak Terima Dikritik Presiden Soal Vaksin, Regulator Kesehatan Brazil Minta Bolsonaro Tarik Ucapannya

- 10 Januari 2022, 10:00 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro.
Presiden Brazil Jair Bolsonaro. /Reuters/Ueslei Marcelino

 

GALAJABAR - Presiden Brazil Jair Bolsonaro belum lama ini mengeritik Regulator kesehatan Anvisa yang mengizinkan vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 5-11 tahun.

Menurur Bolsonaro, ia belum pernah mendengar ada anak yang meninggal lantaran Covid-19. Tapi dia berjanji putrinya, Laura yang berusia 11 tahun tidak akan divaksinasi.
Diakuinya, vaksin dapat memiliki efek samping pada kesehatan anak, meski tidak menunjukkan bukti.

"Apakah Anda akan memvaksinasi anak Anda ketika kemungkinan kematian (akibat COVID) hampir nol? Ada apa di balik ini? Apa kepentingan para maniak vaksin?" kata Bolsonaro dalam sebuah wawancara radio.

Baca Juga: Soal Isu Sinyalemen Pindah Partai ke Golkar, Ini Curhatan Sahrul Gunawan: Bukan Bangun Permusuhan

Hal ini mendapat komentar balasan dari Kepala Anvisa. Ia meminta Presiden Jair Bolsonaro untuk menarik kembali pernyataannya yang mengkritik badan tersebut karena mengizinkan vaksinasi anak-anak dalam memerangi Covid-19.

Dalam sebuah surat kepada Bolsonaro yang dipublikasikan Sabtu, 8 Januari 2022 malam, pensiunan laksamana pertama Antonio, Barra Torres meminta presiden itu untuk mendukung pernyataannya bahwa ada "kepentingan" yang tak dibeberkan ke publik di balik keputusan vaksin atau menarik kembali kata-katanya.

Baca Juga: WOW Mesut Ozil Akan Digandeng RANS Cilegon FC? Raffi Ahmad: Kami Sudah Sepakat! Segini Biaya Transfernya

Dikutup dari Antara, Bolsonaro seorang pemimpin sayap kanan yang membual tentang dirinya sendiri yang tidak divaksin dan secara konsisten meragukan kemanjuran dan keamanan vaksin virus corona.

Anvisa dan regulator kesehatan di seluruh dunia telah menemukan bahwa vaksin Covid-19 aman untuk mereka yang berusia 5 tahun ke atas. Menurut dewan sekretaris kesehatan negara bagian, setidaknya 300 anak berusia 5 hingga 11 tahun telah meninggal di Brazil karena Covid-19.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah