Susi Pudjiastuti Mendadak Kembali Merengek ke Jokowi: Tolonglah Pak, Mohon dengan Sangat

- 21 April 2021, 15:49 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minta Jokowi perhatikan nasib petani dan tidak impor garam ugal-ugalan.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti minta Jokowi perhatikan nasib petani dan tidak impor garam ugal-ugalan. /KolaseInstagram.com/@susipudjiastuti115, @jokowi/



GALAJABAR - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti kembali menyoroti kebijakan pemerintah terkait impor 3 juta ton garam.

Susi Pudjiastuti yang selama ini aktif membela petani terutama terkait dengan produk kelautan dan perikanan, tampak keberatan dengan adanya wacana impor 3 juta ton garam tersbut.

Menurut Susi Pudjiastuti, apabila impor tersebut dilakukan, maka garam petani tidak akan laku seperti terjadi pada dua tahun terakhir ini.

Baca Juga: Link Streaming Ikatan Cinta 21 April 2021: Kaget! Elsa Malah Bertemu Papa Nino di Hotel, Bukti Baru Terungkap

Hal itu disampaikan Susi Pudjiastuti dalam unggahannya di Twitter, Rabu, 21 April 2021.

"Bila Impor 3 jt Ton maka garam petani tidak akan laku lagi seperti 2 tahun terakhir," tulis Susi dalam unggahannya.

Lebih lanjut ia memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adar mengembalikan impor menjadi 2,1 juta ton.

Baca Juga: Link Streaming Buku Harian Seorang Istri 21 April 2021: Haduh! Kevin Cari Masalah Lagi, Dewa-Nana Kecelakaan

"Tolonglah Pak @jokowi ... kembalikan jumlah impor ke angka 2.1 jt ton saja.. supaya Garam konsumsi bisa memakai garam petani ... mohon dipikirkan nasib mereka," lanjutnya.

"Mohon sekali ... mohon dengan sangat," pungkasnya.

Sebelumnya, pro dan kontra terkait rencana impor 3 juta ton garam karena dinilai akan mubazir.

Baca Juga: Spoiler Buku Harian Seorang Istri 21 April 2021: Tak Becus, Dewa Malah Buat Nana Trauma

Di sisi lain, pemerintah berdalih bahwa impor tersbut dibutuhkan untuk kebutuhan industri. Sebab, garam produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan industri.

Imbas rencana ini, petani berteriak menolak rencana tersebut lantaran stok garam disebutnya masih aman. Bahkan stok tahun lalu belum terserap semua.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang ikut mengamati persoalan tersebut angkat suara. KPPU dalam hal ini satu suara dengan petani dan mengatakan bahwa rencana impor ini berpotensi melebihi kebutuhan atau over estimasi.

Baca Juga: Moeldoko Kembali Diejek Anak Buah AHY: How Fake Can You Be, Pak?

"Penetapan kebutuhan garam 4,6 juta ton tahun ini dan alokasi impor 3 juta ton berpotensi over estimasi," ujar Direktur Kebijakan Persaingan KPPU Taufik Ahmad dalam konferensi pers virtual, Selasa, 20 April 2021. (Penulis: Rizwan Suandi)***

Editor: Noval Anwari Faiz

Sumber: Twitter


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah